JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar belakang: Fraktur merupakan gangguan kesehatan dengan insidensi tinggi yang menjadi salah satu indikasi tindakan operatif. Fraktur adalah kerusakan atau gangguan kontinuitas jaringan tulang akibat tekanan eksternal yang melebihi kemampuan tulang menyerapnya. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan dua subjek pasien pascaoperasi fraktur femur yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Tindakan keperawatan diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan terapi kompres dingin. Hasil: Pemberian terapi kompres dingin terbukti mengurangi skala nyeri menjadi nyeri ringan. Analisis: Evaluasi selama tiga hari perawatan menunjukkan diagnosis nyeri akut teratasi. Kesimpulan: Manajemen nonfarmakologis pada pasien pascaoperasi fraktur dengan nyeri dapat dilakukan dengan terapi kompres dingin. Pemberian kompres dingin mampu mengurangi nyeri dan meningkatkan pelepasan endorfin yang menghambat transmisi rangsangan nyeri.

Manajemen nonfarmakologis pada pasien pascaoperasi fraktur dengan nyeri dapat dilakukan dengan terapi kompres dingin.Pemberian kompres dingin mampu mengurangi nyeri serta meningkatkan pelepasan endorfin yang menghambat transmisi rangsangan nyeri.Evaluasi selama tiga hari menunjukkan bahwa diagnosis nyeri akut pada kedua pasien teratasi secara parsial.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas terapi kompres dingin dalam jangka waktu lebih lama dan pada jumlah sampel yang lebih besar agar hasilnya lebih representatif dan dapat digeneralisasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi kombinasi terapi kompres dingin dengan terapi nonfarmakologis lain seperti relaksasi napas dalam atau distraksi musik, untuk melihat apakah pendekatan gabungan memberikan efek reduksi nyeri yang lebih optimal. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian yang mengkaji peran keluarga dalam pelaksanaan kompres dingin secara mandiri di rumah pasca rawat inap, termasuk pengetahuan, kesiapan, dan hambatan yang dihadapi, sehingga dapat dirancang intervensi edukasi yang lebih efektif bagi perawatan lanjutan di komunitas. Dengan tiga arah penelitian ini, diharapkan manajemen nyeri pascaoperasi fraktur femur dapat ditingkatkan secara holistik dan berkelanjutan, baik di rumah sakit maupun di rumah, serta mendukung proses rehabilitasi yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien.

  1. NURSING CARE FOR CLIENTS WHO EXPERIENCE POST OPERATING FEMUR FRACTURES WITH ACUTE PAIN NURSING PROBLEMS... doi.org/10.30994/jqwh.v6i1.190NURSING CARE FOR CLIENTS WHO EXPERIENCE POST OPERATING FEMUR FRACTURES WITH ACUTE PAIN NURSING PROBLEMS doi 10 30994 jqwh v6i1 190
Read online
File size201.65 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test