JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Appendicitis adalah peradangan pada usus buntu yang disebabkan oleh infeksi bakteri sebagai penyebab utama. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan 2 klien yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut pasca operasi apendicitis, perawatan keperawatan dilakukan selama 3 hari berturut-turut menggunakan intervensi terapeutik non-farmakologis, yaitu relaksasi Benson dan terapi aromaterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri akut dengan relaksasi Benson dan terapi aromaterapi, masalah teratasi dengan mengurangi skala nyeri berat menjadi skala nyeri ringan pada kedua klien. Teknik relaksasi benzene dan aromaterapi saling berhubungan. Memberikan terapi relaksasi Benson yang dilakukan selama 30 menit akan menghasilkan penurunan reseptor nyeri, merangsang pelepasan endofin sehingga menciptakan kondisi rileks atau menenangkan yang dapat mengatasi keluhan nyeri pasca operasi setelah apendicitis, terapi ini diberikan selama 3 hari berturut-turut.

Hasil penilaian pada kedua pasien menunjukkan adanya perbedaan dalam skala nyeri, dimana pasien 1 mengalami penurunan nyeri setelah intervensi, dan diagnosis yang muncul adalah nyeri berhubungan dengan agen cedera fisik.Implementasi yang dilakukan pada kedua pasien meliputi pemberian salam, pemantauan tanda vital, identifikasi karakteristik nyeri, dan pemberian teknik non-farmakologis yaitu relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri hingga masalah teratasi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi relaksasi Benson dan aromaterapi dengan teknik non-farmakologis lainnya, seperti musik terapi atau pijat, dalam mengurangi nyeri pasca operasi apendicitis. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan multimodal yang paling efektif dalam manajemen nyeri. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi respons pasien terhadap terapi relaksasi Benson dan aromaterapi, seperti usia, jenis kelamin, tingkat kecemasan, atau riwayat nyeri sebelumnya. Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini dapat membantu dalam personalisasi intervensi dan meningkatkan efektivitas terapi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari terapi relaksasi Benson dan aromaterapi terhadap kualitas tidur, tingkat kecemasan, dan kepuasan pasien pasca operasi apendicitis. Evaluasi jangka panjang ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat terapi dan mengidentifikasi potensi efek samping.

  1. NURSING CARE POST OPERATIONAL APPENDICITIS PATIENTS WITH NURSING PROBLEMS ACUTE PAIN IN BIMA ROOM RSUD... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/208NURSING CARE POST OPERATIONAL APPENDICITIS PATIENTS WITH NURSING PROBLEMS ACUTE PAIN IN BIMA ROOM RSUD jqwh index php JQWH article view 208
Read online
File size111.59 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test