LMULMU
Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi InsinyurPenelitian ini mengevaluasi akurasi metode elemen hingga (FEM) sebagai alat untuk penilaian forensik pasca-kebakaran pada elemen beton bertulang. Simulasi numerik dilakukan untuk memodelkan spesimen balok beton bertulang setelah terpapar api, menggunakan data dari penelitian eksperimental sebelumnya. Hasil simulasi menunjukkan kesesuaian yang baik dengan perilaku eksperimental. Galat defleksi pada titik beban maksimum adalah 0,009% untuk balok A0 dan 1,02% untuk balok A7. Dibandingkan dengan A0, balok yang terpapar api (A7) menunjukkan penurunan kapasitas daya dukung sebesar 5,08% dan penurunan defleksi maksimum sebesar 18,58%. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa FEM dapat secara efektif mendukung evaluasi forensik kerusakan akibat kebakaran pada balok beton bertulang.
Perbandingan antara hasil eksperimental dan validasi numerik menggunakan ANSYS menunjukkan bahwa balok A0 memiliki selisih beban sebesar 5,95% dan selisih defleksi sebesar 0,009%.Balok A7 yang terpapar suhu tinggi menunjukkan selisih beban 8,57% dan selisih defleksi 1,02%, yang masih dalam batas dapat diterima.Kapasitas daya dukung balok A7 menurun sebesar 5,08% dan defleksi maksimumnya berkurang 18,58% setelah paparan termal.Model numerik mampu merepresentasikan respons eksperimental dengan akurasi yang memadai dan dapat digunakan untuk mengurangi jumlah spesimen uji serta biaya pengujian eksperimental.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk memvalidasi model elemen hingga terhadap jenis balok beton bertulang dengan mutu beton yang lebih bervariasi, termasuk beton normal dan beton mutu tinggi, agar keandalan metode ini dapat diuji dalam kondisi yang lebih luas. Kedua, diperlukan studi yang mengevaluasi pengaruh pola pembebanan api tidak seragam atau lokal terhadap distribusi suhu dan kerusakan struktural, karena kondisi nyata kebakaran sering kali tidak melibatkan paparan panas merata pada seluruh penampang balok. Ketiga, sebaiknya dikembangkan model simulasi yang mengintegrasikan faktor lama waktu pendinginan setelah kebakaran dan dampaknya terhadap sifat residu material, mengingat proses pendinginan juga memengaruhi keretakan termal dan kekuatan sisa beton. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperluas cakupan validasi model, mereplikasi kondisi lapangan yang lebih realistis, serta memperhitungkan aspek termal yang dinamis dalam analisis pasca-kebakaran. Dengan demikian, pendekatan numerik dapat menjadi alat forensik yang lebih komprehensif dan akurat dalam menilai kerusakan struktur akibat kebakaran.
| File size | 1.14 MB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Selain itu, penggunaan BIM menghasilkan penurunan waktu sebesar 80% dalam pengerjaan Quantity Take-Off, meskipun terdapat peningkatan biaya sebesar 37%Selain itu, penggunaan BIM menghasilkan penurunan waktu sebesar 80% dalam pengerjaan Quantity Take-Off, meskipun terdapat peningkatan biaya sebesar 37%
UM SURABAYAUM SURABAYA proyek mengalami keterlambatan jadwal dan pemborosan biaya. 400,29, dan estimasi waktu penyelesaian proyek adalah 31 minggu, yang terlambat satu mingguproyek mengalami keterlambatan jadwal dan pemborosan biaya. 400,29, dan estimasi waktu penyelesaian proyek adalah 31 minggu, yang terlambat satu minggu
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini ditujukan untuk memprediksi besarnya volume sedimentasi menggunakan pendekatan erosi dan pola distribusi sedimen di seluruh permukaan wadukPenelitian ini ditujukan untuk memprediksi besarnya volume sedimentasi menggunakan pendekatan erosi dan pola distribusi sedimen di seluruh permukaan waduk
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Pola asuh demokratis cenderung menghasilkan anak yang mandiri, komunikatif, dan mampu berinteraksi secara positif; pola asuh otoriter berkaitan denganPola asuh demokratis cenderung menghasilkan anak yang mandiri, komunikatif, dan mampu berinteraksi secara positif; pola asuh otoriter berkaitan dengan
ARITEKINARITEKIN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif multi-stakeholder terhadap pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Hutan Pelawan denganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif multi-stakeholder terhadap pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Hutan Pelawan dengan
UM SURABAYAUM SURABAYA Sedangkan, pada kondisi rencana (bersinyal) didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Jumat, jam puncak sore (16.30-17.30) pada lengan pendekatSedangkan, pada kondisi rencana (bersinyal) didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Jumat, jam puncak sore (16.30-17.30) pada lengan pendekat
UM SURABAYAUM SURABAYA 28, Qall = 1. 28 dan pada DB-2 adalah Qp= 0. 96, Qs= 1. 99, Qult = 1. 21, Qall = 1. 21. Secara keseluruhan, hasil studi ini menunjukkan bahwa teori LDecourt28, Qall = 1. 28 dan pada DB-2 adalah Qp= 0. 96, Qs= 1. 99, Qult = 1. 21, Qall = 1. 21. Secara keseluruhan, hasil studi ini menunjukkan bahwa teori LDecourt
UM SURABAYAUM SURABAYA Dilakukan test coredrill 5 titik, UPV 10 titik, Profometer 10 titik. Dengan batasan yang diperlukan untuk perbaikan struktur menggunakan mutu beton K250,Dilakukan test coredrill 5 titik, UPV 10 titik, Profometer 10 titik. Dengan batasan yang diperlukan untuk perbaikan struktur menggunakan mutu beton K250,
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode yang digunakan adalah stattistik deskriptif yang akan digunakan untuk membandingkan sisi barat dan timur dari konsentrasi Salinitas. Hasil yangMetode yang digunakan adalah stattistik deskriptif yang akan digunakan untuk membandingkan sisi barat dan timur dari konsentrasi Salinitas. Hasil yang
LMULMU Dibandingkan dengan QS, hasil BIM 0,17% lebih rendah untuk tulangan dan 0,17% lebih tinggi untuk beton; dibandingkan dengan perhitungan ulang manual, perbedaanDibandingkan dengan QS, hasil BIM 0,17% lebih rendah untuk tulangan dan 0,17% lebih tinggi untuk beton; dibandingkan dengan perhitungan ulang manual, perbedaan
LMULMU Analytical results using Rankines theory showed satisfactory safety factors against overturning, sliding, and bearing capacity.complementary numericalAnalytical results using Rankines theory showed satisfactory safety factors against overturning, sliding, and bearing capacity.complementary numerical
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan nilai PI yang diperoleh, tanah tersebut masuk kedalam kategori tanah kohesif dengan plastisitas tinggi. Klasfikasi Tanah Berdasarkan USCS menunjukanBerdasarkan nilai PI yang diperoleh, tanah tersebut masuk kedalam kategori tanah kohesif dengan plastisitas tinggi. Klasfikasi Tanah Berdasarkan USCS menunjukan