JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh tidak mencukupi. Biasanya disebabkan oleh kurang gizi (zat besi). Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan yang membuat mereka berisiko kehilangan zat besi. Bit yang diolah menjadi puding dapat menjadi alternatif non farmakologis dalam penanganan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian puding bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di puskesmas Paopale Daya-Madura. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pre test post test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh 30 responden dengan anemia. Sampel diperoleh sesuai kriteria inklusi melalui wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24 dari 30 responden (80%) mengalami peningkatan kadar hemoglobin. Sebelum pemberian puding bit, nilai hemoglobin terendah adalah 9,9 g/dL, dan nilai rata-rata adalah 10,9 g/dL atau 1,47. Setelah pemberian puding bit, hasil hemoglobin terendah adalah 10,8 g/dL, dan nilai rata-rata adalah 12,2 g/dL atau 3,43. Dari uji t berpasangan, diperoleh p=0,000 (p<0,05) dengan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pemberian puding bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Pemberian puding bit selama 7 hari setiap sore sebanyak 250 ml dapat menjadi alternatif non medis untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia karena kekurangan zat besi.

Sebagian besar responden (16 orang) mengalami anemia ringan sebelum mendapatkan puding bit.Hampir semua responden (80%) tidak lagi mengalami anemia setelah mendapatkan puding bit.Puding bit secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri di Puskesmas Paopale Daya-Madura, dengan nilai p < 0,05.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki efektivitas puding bit dibandingkan dengan suplemen zat besi standar dalam meningkatkan hemoglobin, dengan melibatkan kelompok kontrol yang mendapatkan tablet besi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh variasi durasi dan dosis puding bit—misalnya selama 14 atau 21 hari—terhadap respons hemoglobin, guna menentukan regimen optimal yang sesuai dengan kebutuhan remaja. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi yang menilai faktor pendukung atau penghambat konsumsi puding bit secara rutin, seperti preferensi rasa, ketersediaan bahan, dan pengetahuan gizi, untuk mengembangkan intervensi berbasis komunitas yang lebih berkelanjutan dan mudah diterima. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi anemia yang ramah remaja dan tidak bergantung pada obat-obatan.

  1. THE EFFECT OF GIVING BEETROOT PUDDING (BETA VULGARIS L) ON HEMOGLOBIN LEVELS IN ADOLESCENT GIRLS WITH... doi.org/10.30994/jqwh.v8i2.295THE EFFECT OF GIVING BEETROOT PUDDING BETA VULGARIS L ON HEMOGLOBIN LEVELS IN ADOLESCENT GIRLS WITH doi 10 30994 jqwh v8i2 295
Read online
File size539.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test