JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis selama kehamilan dan masa kanak-kanak awal, yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Faktor risiko stunting meliputi kondisi ibu, anak, dan lingkungan yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik, kognitif, dan motorik sehingga memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 7-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pesantren I, Kota Kediri tahun 2022. Pendekatan yang digunakan adalah korelasional dengan sampel sebanyak 150 anak yang dipilih secara acak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ASI tidak eksklusif (RR 2,9, p < 0,05), berat badan lahir rendah (RR 2,6, p < 0,05), dan panjang lahir pendek (RR 2,2, p < 0,05) terkait dengan risiko stunting yang lebih tinggi. Ibu dengan tinggi badan di bawah 150 cm juga memiliki risiko lebih besar (RR 1,6, p < 0,05). Peningkatan edukasi ibu tentang pentingnya ASI eksklusif, pemantauan berat badan lahir, panjang lahir, dan tinggi ibu selama kehamilan menjadi langkah penting dalam pencegahan stunting.

Riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak usia 7-36 bulan.Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko 2,9 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan yang mendapatkan ASI eksklusif.Upaya pencegahan stunting perlu mencakup promosi ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan sejak dini, dan peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu selama kehamilan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi bagaimana konsistensi pemberian ASI eksklusif dari bulan ke bulan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak hingga usia 36 bulan, karena penelitian saat ini hanya melihat riwayat secara umum tanpa detail durasi dan kualitas pemberian. Kedua, penting untuk meneliti faktor-faktor sosial budaya dan ekonomi yang menjadi penghambat atau pendukung praktik ASI eksklusif di lingkungan pesantren dan wilayah urban padat seperti Kediri, agar intervensi yang dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Ketiga, sebaiknya dikaji pula pengaruh kombinasi antara riwayat ASI eksklusif, status gizi ibu selama hamil, dan akses terhadap layanan kesehatan terhadap risiko stunting, guna memahami interaksi kompleks antar faktor yang mungkin saling memperkuat atau melemahkan, sehingga kebijakan pencegahan bisa lebih holistik dan berbasis bukti komprehensif.

  1. THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING HISTORY AND STUNTING INCIDENCE IN CHILDREN AGED 7-36... doi.org/10.30994/jqwh.v8i2.277THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING HISTORY AND STUNTING INCIDENCE IN CHILDREN AGED 7 36 doi 10 30994 jqwh v8i2 277
  2. HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN WONOMERTO... doi.org/10.22487/htj.v9i1.575HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24 59 BULAN DI KECAMATAN WONOMERTO doi 10 22487 htj v9i1 575
  3. Exclusive Breastfeeding Protects Young Children from Stunting in a Low-Income Population: A Study from... mdpi.com/2072-6643/13/12/4264Exclusive Breastfeeding Protects Young Children from Stunting in a Low Income Population A Study from mdpi 2072 6643 13 12 4264
Read online
File size233.17 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test