JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Posyandu memiliki peran penting dalam memudahkan masyarakat memeriksakan kesehatan, salah satu tujuannya adalah memantau status gizi balita untuk mencegah stunting. Data Riskesdas menunjukkan bahwa persentase penimbangan balita secara rutin di Banten masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor predisposisi (usia balita, usia ibu, paritas, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sikap, pendapatan), faktor pendukung (jarak dari posyandu), serta faktor pendorong (dukungan keluarga, peran kader) yang terkait dengan kunjungan balita di Posyandu Kenanga, Desa Jurang Mangu Timur, periode Mei 2023 – April 2024. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner dan catatan register posyandu. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan dengan jumlah sampel 110 orang. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Posyandu Kenanga, Desa Jurang Mangu Timur, yang terdiri dari RT 002 hingga RT 005. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 13–30 Mei 2024. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan (ρ-value = 0,044), sikap (ρ-value = 0,013), dukungan keluarga (ρ-value = 0,003), dan peran kader (ρ-value = 0,000). Tidak terdapat hubungan antara usia balita (ρ-value = 0,360), usia ibu (ρ-value = 0,627), paritas (ρ-value = 1,000), pengetahuan (ρ-value = 0,515), pekerjaan (ρ-value = 0,183), pendapatan (ρ-value = 0,265), dan jarak posyandu (ρ-value = 0,424). Diharapkan puskesmas dapat bersinergi dalam menciptakan kegiatan promosi kesehatan di masyarakat mengenai pentingnya membawa balita ke posyandu, serta mengajak anggota keluarga dan kader untuk memberikan dukungan kepada ibu balita agar membawa anaknya ke posyandu.

Terdapat hubungan antara pendidikan, sikap, dukungan keluarga, dan peran kader posyandu dengan kunjungan balita di Posyandu Kenanga, Desa Jurang Mangu Timur, periode Mei 2023 hingga April 2024.Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia balita, usia ibu, jumlah anak, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan keluarga, dan jarak ke posyandu dengan kunjungan balita di Posyandu Kenanga.Faktor-faktor yang berhubungan dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut mengenai pengaruh frekuensi dan metode komunikasi kader melalui media daring terhadap keteraturan kunjungan ibu balita ke posyandu, mengingat dalam penelitian ini disebutkan bahwa kurangnya informasi jadwal menjadi kendala. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana peran dan tanggung jawab ayah dalam mendukung keikutsertaan anak di posyandu, karena dukungan keluarga—khususnya suami—menjadi faktor signifikan meskipun belum dijelaskan secara mendalam dalam konteks gender. Ketiga, diperlukan penelitian yang mengeksplorasi sistem pengingat berbasis teknologi sederhana seperti SMS atau notifikasi WA otomatis dari puskesmas atau kader, untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, mengingat saran dalam penelitian menyebutkan pentingnya penyebaran informasi jadwal posyandu secara luas. Ketiga ide tersebut saling terkait dan dapat memberikan solusi praktis namun berbasis bukti untuk meningkatkan kunjungan balita secara berkelanjutan.

  1. Factors Related To Toddler Visits At The Kenanga Posyandu In Jurang Mangu Timur Village For The Period... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/276Factors Related To Toddler Visits At The Kenanga Posyandu In Jurang Mangu Timur Village For The Period jqwh index php JQWH article view 276
Read online
File size269.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test