JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Berbagai konsep awal dapat menjadi penghalang atau dukungan dalam memahami konsep baru. Penelitian perubahan konsep kimia dilakukan pada materi termokimia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perubahan konsep termokimia siswa pada setiap subjek kemampuan tinggi, menengah, dan rendah. Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan campuran dilakukan pada siswa SMAN 1 Bumi Raya Morowali, Sulawesi Tengah. Penelitian dimulai dengan memberikan tes awal kepada seluruh siswa kelas XI IPA 1 dan 2, sebanyak 60 siswa, untuk memperoleh data konsep awal dan dasar pengelompokan subjek pada setiap kriteria kemampuan (tinggi, menengah, dan rendah). Setiap dua orang dari setiap kelompok kemampuan diwawancarai secara semi-terstruktur. Materi termokimia diajarkan kembali menggunakan model keterampilan metakognitif dan diberikan tes akhir serta wawancara untuk memperoleh data konsep setelah belajar untuk menilai perubahan konsep. Lima konsep menjadi variabel dalam penelitian ini: panas reaksi, entalpi reaksi dalam kalorimeter, hukum Hess, diagram energi, dan energi ikatan. Hasil menunjukkan bahwa perubahan konsep terjadi pada semua subjek kemampuan tinggi, menengah, dan rendah. Perubahan konsep siswa terjadi pada konsep panas reaksi, entalpi reaksi, kalorimeter, hukum Hess, diagram energi, dan energi ikatan. Perubahan konsep paling signifikan terjadi pada subjek kemampuan menengah dan rendah, yaitu konsep energi ikatan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perubahan konsep terjadi pada semua subjek kemampuan tinggi (HA1 dan HA2), subjek kemampuan menengah (MA1 dan MA2), serta pada subjek kemampuan rendah (LA1 dan LA2).Perubahan konsep meliputi penyelesaian konsep panas reaksi, perubahan entalpi reaksi dalam perangkat kalorimeter, dan konsep energi ikatan.Subjek kemampuan menengah SS1 mengalami perubahan konsep pada panas reaksi, perubahan entalpi reaksi dalam perangkat kalorimeter, dan energi ikatan.Sebaliknya, MA2 pada konsep energi ikatan mengalami perubahan konsep ke arah negatif.Subjek kemampuan rendah LA1 mengalami perubahan konsep pada panas reaksi, perubahan entalpi reaksi dalam perangkat kalorimeter, hukum Hess, dan energi ikatan, sedangkan LA2 mengalami perubahan konsep ke arah negatif pada konsep energi ikatan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi perubahan konsep untuk menciptakan konflik kognitif pada siswa, mengatur instruksi untuk mendiagnosis kesalahan dalam berpikir siswa, dan membantu siswa menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Hal ini dapat mengurangi kesalahan konsep dan meningkatkan perubahan konsep yang positif.. . 2. Meneliti lebih lanjut tentang pengaruh kemampuan guru dalam mengajar dan intensitas pertemuan yang berkurang selama pandemi Covid-19 terhadap kualitas dan proses pembelajaran sains di kelas. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengkaji strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut.. . 3. Melakukan penelitian longitudinal untuk mempelajari perkembangan metakognisi dan representasi eksternal siswa dalam konteks pemecahan masalah. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana keterampilan metakognitif dapat mendukung perubahan konsep dan pemecahan masalah dalam jangka panjang.

Read online
File size201.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test