UIGMUIGM
BIO PALEMBANICABIO PALEMBANICAHewan ternak sapi kerbau Bubalus bubalis merupakan spesies ternak penting di Indonesia. Namun, peristiwa kematian massal telah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan kebutuhan akan pemahaman dan pengelolaan yang lebih baik terhadap penyebab kasus-kasus ini. Studi ini menyajikan analisis retrospektif komprehensif pertama mengenai peristiwa kematian massal B. bubalis di Indonesia antara tahun 2010 dan 2025. Data dikompilasi dari laporan ilmiah, catatan pemerintah, liputan media, dan platform sains warga. Total 34 peristiwa terdokumentasi diidentifikasi, dengan sebagian besar disebabkan oleh penyakit menular, khususnya Septicemia Epizootica (SE) yang disebabkan oleh Pasteurella multocida. Stresor lingkungan seperti banjir dan kekeringan, serta infeksi parasit seperti Surra, juga menjadi faktor penyumbang. Puncak kematian terjadi pada tahun 2013 dan 2023, masing-masing melibatkan ratusan kematian dalam wabah tunggal. Temuan ini menekankan kebutuhan mendesak akan pengawasan penyakit spesifik wilayah, program vaksinasi, dan praktik peternakan yang lebih baik.
Temuan penelitian ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan tentang wabah penyakit dan faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap kerugian signifikan pada populasi B.Menurut catatan, sebagian besar peristiwa kematian massal disebabkan oleh penyakit menular, khususnya penyakit yang disebabkan oleh patogen bakteri seperti Pasteurella multocida, yang dikenal menyebabkan Septicemia Epizootica.Faktor lingkungan seperti kekeringan dan banjir, meskipun kurang sering, juga berperan signifikan dalam memperburuk kematian B.bubalis, terutama di daerah rawan banjir di Kalimantan dan Sulawesi.Penyakit parasit seperti Surra tercatat terutama di Indonesia Timur (Sumba), mengonfirmasi laporan sebelumnya tentang wabah Trypanosoma evansi di wilayah tersebut.bubalis bukan hanya masalah veteriner, tetapi juga masalah ekologis dan sosio-ekonomi yang terkait dengan variabilitas lanskap dan iklim.Dari perspektif manajemen, pola ini menekankan kebutuhan mendesak akan pengawasan penyakit spesifik wilayah dan program vaksinasi.Petani di daerah kaya rawa menghadapi risiko lebih tinggi terhadap wabah bakteri setelah banjir musiman, sedangkan daerah yang lebih kering mungkin menghadapi penyakit yang dibawa vektor seperti Surra.Peningkatan praktik peternakan, sistem peringatan dini, dan layanan veteriner yang lebih kuat sangat penting dalam mengurangi frekuensi dan keparahan peristiwa ini.Mengingat pentingnya budaya dan ekonomi kerbau, terutama bagi petani kecil, mengurangi risiko mortalitas sangat penting untuk keamanan pangan dan mata pencaharian pedesaan di Indonesia.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan model prediktif untuk peristiwa kematian massal dengan mengintegrasikan epidemiologi penyakit, data iklim, dan variabel sosio-ekonomi. Selain itu, perlu diprioritaskan untuk mempilot program pengawasan penyakit, kampanye vaksinasi, dan pembangunan kapasitas di antara petani dan veterinari lokal. Kolaborasi dengan pembuat kebijakan juga penting untuk menerjemahkan temuan menjadi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan ketahanan populasi B. bubalis di seluruh Indonesia dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan.
- From “Sabang to Merauke”, the presence of non-native Oreochromis mossambicus and Oreochromis... doi.org/10.1051/bioconf/202413603007From AuSabang to MeraukeAy the presence of non native Oreochromis mossambicus and Oreochromis doi 10 1051 bioconf 202413603007
- The Phylogeny of Bornean Swamp Buffalo (Bubalus bubalis) Analysis Based on D-loop Mitochondrial DNA Sequence... journal.ipb.ac.id/index.php/tasj/article/view/42635The Phylogeny of Bornean Swamp Buffalo Bubalus bubalis Analysis Based on D loop Mitochondrial DNA Sequence journal ipb ac index php tasj article view 42635
- Wetland Ecosystem: A better place for rich biodiversity. wetland ecosystem better place rich biodiversity... doi.org/10.22271/23940522.2024.v11.i6b.1066Wetland Ecosystem A better place for rich biodiversity wetland ecosystem better place rich biodiversity doi 10 22271 23940522 2024 v11 i6b 1066
- From Water Buffalo (Bubalus bubalis) Manure to Vermicompost: Testing a Sustainable Approach for Agriculture.... mdpi.com/2071-1050/17/10/4253From Water Buffalo Bubalus bubalis Manure to Vermicompost Testing a Sustainable Approach for Agriculture mdpi 2071 1050 17 10 4253
| File size | 365.58 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
RESEARCHHUBRESEARCHHUB However, weaknesses were identified in the emergency response plan and early warning system, indicating the need for strategic improvements to enhanceHowever, weaknesses were identified in the emergency response plan and early warning system, indicating the need for strategic improvements to enhance
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Studi ini mempelajari dimensi biopolitik stunting dengan menekankan ketidakcocokan antara kebijakan nasional dan kenyataan lokal, terutama dalam partisipasiStudi ini mempelajari dimensi biopolitik stunting dengan menekankan ketidakcocokan antara kebijakan nasional dan kenyataan lokal, terutama dalam partisipasi
UNJUNJ Banjir merupakan sebuah bencana yang sangat merugikan baik dari aspek fisik maupun non fisik. Banjir bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti hujanBanjir merupakan sebuah bencana yang sangat merugikan baik dari aspek fisik maupun non fisik. Banjir bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti hujan
KEMENSOSKEMENSOS Berdasarkan studi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ketiga desa memiliki profil bencana yang berbeda-beda, walupun hampir sebagian besar dilandaBerdasarkan studi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ketiga desa memiliki profil bencana yang berbeda-beda, walupun hampir sebagian besar dilanda
UNSUNS Metode yang digunakan meliputi analisis data iklim, wawancara dengan petani, dan observasi langsung kondisi lahan. Dengan penerapan praktik pertanian adaptifMetode yang digunakan meliputi analisis data iklim, wawancara dengan petani, dan observasi langsung kondisi lahan. Dengan penerapan praktik pertanian adaptif
UIGMUIGM Enggano Island Flying Fox Pteropus hypomelanus enganus is an endemic subspecies of bats from Enggano Island, Sumatra, Indonesia. During a field visit toEnggano Island Flying Fox Pteropus hypomelanus enganus is an endemic subspecies of bats from Enggano Island, Sumatra, Indonesia. During a field visit to
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES Penggunaan bahan alami seperti air hyacinth dan moringa bersama dengan kegiatan komunitas (sekam padi, kulit padi, serat kelapa, sekam kelapa, dan arangPenggunaan bahan alami seperti air hyacinth dan moringa bersama dengan kegiatan komunitas (sekam padi, kulit padi, serat kelapa, sekam kelapa, dan arang
KOMPETIFKOMPETIF Penelitian ini menggunakan metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) melalui wawancara, FGD, dan analisis dengan skala Likert serta AHP. PenelitianPenelitian ini menggunakan metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) melalui wawancara, FGD, dan analisis dengan skala Likert serta AHP. Penelitian
Useful /
UNJUNJ RPTRA yang ada di Jakarta Pusat tersebar secara acak (random) berdasarkan hasil perhitungan dengan permodelan Nearest Neighbor Analysis (NNA). Hasil perhitunganRPTRA yang ada di Jakarta Pusat tersebar secara acak (random) berdasarkan hasil perhitungan dengan permodelan Nearest Neighbor Analysis (NNA). Hasil perhitungan
UNJUNJ Untuk itu, kerjasama antara pemerintah, otoritas pendidikan, dan masyarakat penting untuk memastikan bahwa semua anak-anak mendapatkan pendidikan yangUntuk itu, kerjasama antara pemerintah, otoritas pendidikan, dan masyarakat penting untuk memastikan bahwa semua anak-anak mendapatkan pendidikan yang
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian ini menyimpulkan perlunya strategi pemasaran yang terintegrasi untuk memaksimalkan manfaat dari platform digital. Media sosial memiliki pengaruhPenelitian ini menyimpulkan perlunya strategi pemasaran yang terintegrasi untuk memaksimalkan manfaat dari platform digital. Media sosial memiliki pengaruh
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Pembagian ilmu menjadi fardhu ain dan fardhu kifayah atau ilmu naqli dan ilmu aqli tidak perlu dipahami secara dikotomis atau berhadap-hadapan, karenaPembagian ilmu menjadi fardhu ain dan fardhu kifayah atau ilmu naqli dan ilmu aqli tidak perlu dipahami secara dikotomis atau berhadap-hadapan, karena