UPBUPB
Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti Pontianak selama dua bulan, dari Februari 2024 hingga April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu jenis media (kode T), yang terdiri atas delapan perlakuan: t1: Beras, t2: Jagung, t3: Ampas Tebu, t4: Dedak, t5: Beras Dedak (1:1), t6: Jagung Dedak (1:1), t7: Beras Ampas Tebu (1:1), dan t8: Jagung Ampas Tebu (1:1). Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi kerapatan konidium dan viabilitas konidium Trichoderma sp. Analisis data menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan 1%. Apabila ditemukan pengaruh yang signifikan atau sangat signifikan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap kerapatan konidium dan viabilitas konidium Trichoderma sp. Kerapatan konidium tertinggi diperoleh pada perlakuan t8 (Jagung Ampas Tebu), yaitu 3,27x10^9 konidia/ml, yang berbeda nyata dengan perlakuan t1 (Beras), t7 (Beras Ampas Tebu), dan t3 (Ampas Tebu), namun tidak berbeda nyata dengan t2 (Jagung), t4 (Dedak), t5 (Beras Dedak), dan t6 (Jagung Dedak). Viabilitas spora tertinggi sebesar 96,8% diperoleh pada perlakuan t2 (Jagung), yang berbeda nyata dengan t1 (Beras), t7 (Beras Ampas Tebu), t6 (Jagung Dedak), dan t5 (Beras Dedak), serta tidak berbeda nyata dengan t4 (Dedak), t8 (Jagung Ampas Tebu), dan t3 (Ampas Tebu).
Jenis media tumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap kerapatan konidium dan viabilitas konidium jamur Trichoderma sp.Kerapatan konidium tertinggi diperoleh pada perlakuan t8 (Jagung Ampas Tebu) yaitu 3,27x10^9 konidium/ml.Viabilitas konidium tertinggi terdapat pada perlakuan t2 (Jagung) yaitu 96,8%.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas media jagung ampas tebu dan jagung terhadap pertumbuhan Trichoderma sp. dalam skala lapangan, bukan hanya di laboratorium, untuk melihat apakah hasil tersebut konsisten dalam kondisi nyata yang lebih kompleks. Kedua, penting untuk meneliti komposisi nutrisi spesifik dalam media jagung dan ampas tebu yang mendukung pertumbuhan optimal Trichoderma sp., serta bagaimana proporsi campuran media tersebut dapat dioptimalkan lebih lanjut untuk menghasilkan kerapatan dan viabilitas konidium yang lebih tinggi. Ketiga, sebaiknya dikaji dampak jangka panjang penggunaan media berbasis bahan lokal seperti ampas tebu dan dedak terhadap stabilitas genetik dan daya hambat Trichoderma sp. terhadap patogen tanaman, agar keberlanjutan dan keamanan agens hayati ini dapat terjamin dalam program pengendalian hayati masa depan.
| File size | 256.85 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
CCRJOURNALCCRJOURNAL thaliana dan S. lycopersicum. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar ilmiah dan pengetahuan dasar untuk pengembangan kultivar T. cacao baru yang tahanthaliana dan S. lycopersicum. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar ilmiah dan pengetahuan dasar untuk pengembangan kultivar T. cacao baru yang tahan
CCRJOURNALCCRJOURNAL meningkatkan kualitas kompos dengan meningkatkan kandungan N (hingga 37,23 %) dan pH (hingga 5,28 %), serta menurunkan rasio C:N (hingga 50 %). Selainmeningkatkan kualitas kompos dengan meningkatkan kandungan N (hingga 37,23 %) dan pH (hingga 5,28 %), serta menurunkan rasio C:N (hingga 50 %). Selain
PURIFIKASIPURIFIKASI Setelah dua minggu kondisioning, sebagian besar campuran lumpur–tanah mencapai rasio C/N ≥10 serta memenuhi standar minimum SNI 19‑7030‑2004 untukSetelah dua minggu kondisioning, sebagian besar campuran lumpur–tanah mencapai rasio C/N ≥10 serta memenuhi standar minimum SNI 19‑7030‑2004 untuk
UNISBA BLITARUNISBA BLITAR Level efektivitas bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram dan Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram terhadap parameter intensitas seranganLevel efektivitas bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram dan Geobacillus sp 1 x 106 cfu/gram terhadap parameter intensitas serangan
UPPRUPPR Varietas Astina F1 menunjukan karakter pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan Gada F1 tetapi aplikasi Trichoderma belum mampu menginduksi mekanisme ketahananVarietas Astina F1 menunjukan karakter pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan Gada F1 tetapi aplikasi Trichoderma belum mampu menginduksi mekanisme ketahanan
UPPRUPPR Penelitian pengaruh ekstrak Mimba (Azedirachta indica) sebagai pestisida nabati terhadap jamur antraknosa asal cabai merah secara in vitro bertujuan untukPenelitian pengaruh ekstrak Mimba (Azedirachta indica) sebagai pestisida nabati terhadap jamur antraknosa asal cabai merah secara in vitro bertujuan untuk
UPPRUPPR Dua strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan ekosistem mangrove secara optimal untuk produk kayu, perikanan tangkap, dan ekowisata, serta melakukanDua strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan ekosistem mangrove secara optimal untuk produk kayu, perikanan tangkap, dan ekowisata, serta melakukan
UNPARUNPAR Diameter kerusakan buah terendah sebesar 1,93 mm pada perlakuan metabolit sekunder T. longibrachiatum (MT2) dengan keparahan penyakit hanya 16,66 % dibandingkanDiameter kerusakan buah terendah sebesar 1,93 mm pada perlakuan metabolit sekunder T. longibrachiatum (MT2) dengan keparahan penyakit hanya 16,66 % dibandingkan
Useful /
UIGMUIGM Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian
UPBUPB Sesquipedalis) di pasar tradisional rakyat Ngabang menunjukkan respon yang sangat positif. Responden memberikan skor tertinggi untuk semua indikator, yaituSesquipedalis) di pasar tradisional rakyat Ngabang menunjukkan respon yang sangat positif. Responden memberikan skor tertinggi untuk semua indikator, yaitu
UNPARUNPAR Interaksi dosis urea 175 kg ha-1 dengan defoliasi 60 hari memberikan panjang daun maksimal (46,68 cm). Tanah latosol asam (pH 4,5-5,5) masih dapat dimanfaatkanInteraksi dosis urea 175 kg ha-1 dengan defoliasi 60 hari memberikan panjang daun maksimal (46,68 cm). Tanah latosol asam (pH 4,5-5,5) masih dapat dimanfaatkan
UNPARUNPAR Kombinasi perlakuan biochar sekam padi (B3) 12 ton. ha-1 dan bokashi kalakai (K3) 25 ton. ha-1 mampu meningkatkan hasil bawang merah dengan perolehan hasilKombinasi perlakuan biochar sekam padi (B3) 12 ton. ha-1 dan bokashi kalakai (K3) 25 ton. ha-1 mampu meningkatkan hasil bawang merah dengan perolehan hasil