UPBUPB
Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh Trichoderma sp. spesifik lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati. Penelitian dilakukan di Desa Bulu Bala, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, dan dilanjutkan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi, Jl. Komodor Yos Sudarso No.1, Sungai Beliung, Pontianak Barat. Penelitian berlangsung selama 6 bulan, dari September 2023 hingga Maret 2024. Metode penangkapan digunakan untuk menjebak jamur Trichoderma sp. Eksplorasi dilakukan di perkebunan karet dan kelapa sawit. Dari hasil eksplorasi dan identifikasi, ditemukan 2 isolat jamur, yaitu Trichoderma sp. Isolat Karet dan Trichoderma sp. Isolat Kelapa Sawit. Hasil perhitungan kerapatan konidium untuk Trichoderma sp. Isolat Karet adalah (1,53 x 10^9) konidia/ml, sedangkan untuk Trichoderma sp. Isolat Kelapa Sawit adalah (1,48 x 10^9) konidia/ml. Viabilitas konidium Trichoderma sp. Isolat Karet adalah 89,70%, dan Trichoderma sp. Isolat Kelapa Sawit adalah 78,34%. Hasil uji penghambatan terhadap Ganoderma sp. menunjukkan bahwa Trichoderma sp. Isolat Karet pada hari ke-14 memiliki tingkat penghambatan sebesar 66,76%, sedangkan Trichoderma sp. Isolat Kelapa Sawit memiliki tingkat penghambatan sebesar 73,33%.
Hasil eksplorasi diperoleh 2 isolat yaitu Isolat Trichoderma sp.Hasil identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolat hasil eksplorasi adalah jamur Trichoderma sp.Isolat Karet sebesar 1,53 x 10^9 konida/ml dan Trichoderma sp.Isolat Karet sebesar 89,70% dan Trichoderma sp.Isolat Karet sebesar 66,67% dan Trichoderma sp.hasil eksplorasi berpotensi untuk dijadikan agens pengendalian hayati untuk penyakit Ganoderma sp.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut mekanisme antagonisme antara Trichoderma sp. dan Ganoderma sp. untuk memahami bagaimana jamur Trichoderma sp. mampu menghambat pertumbuhan Ganoderma sp. 2. Menguji efektivitas Trichoderma sp. sebagai agens pengendali hayati dalam skala yang lebih besar, misalnya di perkebunan kelapa sawit yang terinfeksi Ganoderma sp. untuk melihat efektivitasnya dalam mengendalikan penyakit tersebut. 3. Melakukan studi komparatif antara Trichoderma sp. isolat lokal dengan isolat komersial untuk mengetahui perbedaan kemampuan dan efektivitasnya dalam mengendalikan penyakit Ganoderma sp.
| File size | 521.11 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPAFIARIPAFI Kerangka kerja pedagogis PAK yang dirumuskan melalui tiga pilar terbukti secara konseptual mampu menjembatani jurang antara ideal etis Levinas dengan kebutuhanKerangka kerja pedagogis PAK yang dirumuskan melalui tiga pilar terbukti secara konseptual mampu menjembatani jurang antara ideal etis Levinas dengan kebutuhan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 000 so it can be concluded that anemia is related to the incidence of stunting which is at the highest risk of 19,689 times stunting compared to mothers000 so it can be concluded that anemia is related to the incidence of stunting which is at the highest risk of 19,689 times stunting compared to mothers
UncenUncen Dilakukan analisis kimiawi untuk mengetahui kadar protein, lemak, air, dan abu. Sedangkan kualitas protein ulat sagu ditentukan dengan penentuan NPR (netDilakukan analisis kimiawi untuk mengetahui kadar protein, lemak, air, dan abu. Sedangkan kualitas protein ulat sagu ditentukan dengan penentuan NPR (net
UncenUncen Penelitian tentang mikoriza juga telah dilakukan baru-baru ini, dimulai pada tahun 2005 dengan studi ektomikoriza oleh Suharno & Sufaati. Studi tentangPenelitian tentang mikoriza juga telah dilakukan baru-baru ini, dimulai pada tahun 2005 dengan studi ektomikoriza oleh Suharno & Sufaati. Studi tentang
UPBUPB In this research, the data analysis tool uses the Fishbein Attitude and Behavioral Intent Model. The results of the research concluded that the respondentsIn this research, the data analysis tool uses the Fishbein Attitude and Behavioral Intent Model. The results of the research concluded that the respondents
UPBUPB Kerapatan konidium tertinggi diperoleh pada perlakuan t8 (Jagung Ampas Tebu), yaitu 3,27x10^9 konidia/ml, yang berbeda nyata dengan perlakuan t1 (Beras),Kerapatan konidium tertinggi diperoleh pada perlakuan t8 (Jagung Ampas Tebu), yaitu 3,27x10^9 konidia/ml, yang berbeda nyata dengan perlakuan t1 (Beras),
PCMKRAMATJATIPCMKRAMATJATI Hasil penelitian ini bisa diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam pembelajaran menulis. Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaranHasil penelitian ini bisa diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam pembelajaran menulis. Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Populasinya adalah seluruh siswa di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Variabel penelitian independen yaitu kebiasaan mengkonsumsiPopulasinya adalah seluruh siswa di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Variabel penelitian independen yaitu kebiasaan mengkonsumsi
Useful /
BSIBSI Permasalahan utama meliputi proses produksi yang masih manual, khususnya pada tahap pengeringan dan pengurangan minyak tahu goreng, yang menyebabkan produkPermasalahan utama meliputi proses produksi yang masih manual, khususnya pada tahap pengeringan dan pengurangan minyak tahu goreng, yang menyebabkan produk
UncenUncen Penelitian ini bertujuan mengetahui toksisitas isolat lokal Bacillus thuringiensis (H-14) serta isolat sandi 18 dan lama efektivitasnya dalam air terhadapPenelitian ini bertujuan mengetahui toksisitas isolat lokal Bacillus thuringiensis (H-14) serta isolat sandi 18 dan lama efektivitasnya dalam air terhadap
UIGMUIGM Pembangunan desa wisata merupakan pendekatan pembangunan berbasis lokal yang bertujuan memperkuat identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,Pembangunan desa wisata merupakan pendekatan pembangunan berbasis lokal yang bertujuan memperkuat identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
UPBUPB Perlakuan dengan formulasi CMC 0,7% secara keseluruhan paling banyak disukai panelis. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimia, formulasi terbaik adalahPerlakuan dengan formulasi CMC 0,7% secara keseluruhan paling banyak disukai panelis. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimia, formulasi terbaik adalah