UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan perilaku konsumtif remaja yang berasal dari pendapatan orang tua atas, menengah dan bawah. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dan komparatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kesatrian 2 Semarang. Hasil penelitian berdasarkan dari analisis diskriptif menunjukkan bahwa secara umum perilaku konsumtif dari keseluruhan kelompok subjek berada pada kategori sedang. Sementara dari pengujian hipotesis melalui uji anava diperoleh hasil yang signifikansi 0,000 dimana 0,000 < 0,005 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, ini berarti ada perbedaan perilaku konsumtif remaja ditinjau dari pendapatan orang tua. Sementara dari hasil komparasi melalui menunjukkan ada perbedaan perilaku konsumtif remaja antara pendapatan orang tua atas dan pendapatan orang tua bawah dengan diperoleh Mean Difference sebesar 22,18302 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05; signifikan). Ada perbedaan perilaku konsumtif antara pendapatan orang tua menengah dan pendapatan orang tua bawah dengan diperoleh Mean Difference sebesar -17,24236 dengan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05; signifikan). Tidak ada perbedaan perilaku konsumtif remaja antara pendapatan orang tua atas dan pendapatan orang tua menengah dengan diperoleh Mean Difference SSE sebesar -4,94066 dengan nilai signifikansi 0,601 (< 0,05; tidak signifikan).

Perilaku konsumtif remaja di SMA Kesatrian 2 Semarang berada pada kategori sedang.Ditemukan perbedaan signifikan perilaku konsumtif antara remaja dari pendapatan orang tua kelas atas dengan kelas bawah, serta antara kelas menengah dengan kelas bawah.Namun, tidak terdapat perbedaan perilaku konsumtif yang signifikan antara remaja dari pendapatan orang tua kelas atas dengan kelas menengah.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan dengan menginvestigasi lebih dalam faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi perilaku konsumtif remaja di luar aspek pendapatan orang tua. Misalnya, bagaimana interaksi kompleks antara harga diri remaja, pengaruh media sosial, dan tekanan teman sebaya berperan dalam membentuk pola konsumsi mereka, serta apakah ada perbedaan signifikan dalam dinamika ini di antara remaja dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, studi di masa mendatang bisa mengadopsi pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai motivasi dan persepsi di balik keputusan pembelian remaja. Misalnya, melalui wawancara mendalam atau fokus grup diskusi untuk menggali narasi personal tentang bagaimana mereka mendefinisikan kebutuhan versus keinginan dalam konteks budaya konsumsi modern. Hal ini juga dapat mencakup eksplorasi peran literasi keuangan yang diberikan oleh keluarga atau sekolah sebagai variabel moderator yang mungkin memengaruhi hubungan antara pendapatan dan perilaku konsumtif. Penelitian juga dapat diarahkan untuk merancang dan mengevaluasi efektivitas program intervensi berbasis sekolah atau komunitas yang berfokus pada pengembangan literasi keuangan dan kontrol diri, untuk melihat sejauh mana program tersebut mampu mengubah kecenderungan perilaku konsumtif remaja menjadi lebih bijaksana. Membandingkan hasil intervensi di berbagai setting geografis atau demografis juga akan memberikan wawasan berharga. Dengan demikian, penelitian lanjutan diharapkan tidak hanya mengidentifikasi faktor-faktor baru, tetapi juga menyediakan solusi praktis yang dapat diterapkan untuk membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih sehat di kalangan remaja.

Read online
File size240.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test