JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Ketergantungan yang semakin tinggi terhadap bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar telah menyebabkan beberapa masalah, seperti polusi udara, efek rumah kaca, bau tidak sedap, dan suara bising. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bahan bakar alternatif dalam bentuk biodiesel dengan menerapkan katalis heterogen berbasis tandan kelapa untuk mensintesis biodiesel melalui transesterifikasi. Tahapan penelitian meliputi aktivasi situs aktif tandan kelapa melalui kalsinasi pada suhu 400 °C, 500 °C, dan 600 °C; penyulingan minyak goreng bekas; esterifikasi; dan transesterifikasi. Komponen aktif abu tandan kelapa (PBA) dikarakterisasi menggunakan XRF dan pengujian alkalinitas. Hasil XRF menunjukkan bahwa PBA mengandung senyawa dasar aktif seperti K₂O dan CaO, yang sangat penting dalam aktivitas katalitik. Pengujian sifat fisik-kimia menunjukkan bahwa sintesis mencapai hasil tertinggi sebesar 93,744%. Hasil pengujian karakteristik fisik-kimia menghasilkan kepadatan terbaik dengan rata-rata 0,888 g mL⁻¹, dan viskositas terendah dengan rata-rata 3,79 cSt pada 40 °C dengan bilangan yodium 80,116 g I₂ 100 g⁻¹, bilangan saponifikasi 170,57 mg KOH g⁻¹, dan indeks bias 1,445. Katalis menunjukkan kinerja stabil hingga tiga kali penggunaan dengan hasil berkisar antara 80-90%. Spektra FTIR menunjukkan pita absorpsi kuat pada 1172-1165 cm⁻¹, yang menunjukkan peregangan C-O-CH₃ dari ester metil. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa biodiesel terdiri dari berbagai ester asam lemak metil (FAME), dengan komponen utama adalah metil oleat, yang muncul pada waktu retensi 37,096 menit dengan luas 40,31%. Sehingga, terbukti bahwa katalis PBA memiliki potensi yang sangat baik untuk aplikasi komersial karena dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.

Sintesis biodiesel menggunakan katalis abu tandan kelapa yang dikalsinasi pada 600 °C menghasilkan biodiesel terbaik (tingkat konversi 92% ± 1), dengan viskositas kinematik rata-rata 3,79 cSt pada 40 °C dan kepadatan 0,888 g mL⁻¹, keduanya berada dalam batas yang ditentukan oleh SNI/EN 14214.Sebaliknya, bilangan yodium 80,116 g I2 100 g⁻¹ memastikan stabilitas oksidatif, dan bilangan saponifikasi 170,57 mg KOH g⁻¹ mengonfirmasi dominasi rantai C16 –C18, serta indeks bias 1,445.Analisis GC-MS menunjukkan puncak utama metil oleat pada tR ≈ 37,096 menit dengan luas 40,31%, yang menunjukkan komponen tak jenuh sebagai fraksi terbesar, sedangkan FT-IR menunjukkan puncak tunggal C–O–CH3 (≈ 1172 – 1165 cm⁻¹) khas senyawa ester.Hasil ini mengonfirmasi bahwa proses transesterifikasi pada suhu kalsinasi tertinggi menghasilkan biodiesel berkualitas tinggi yang cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan proses sintesis biodiesel dengan menggunakan berbagai jenis katalis heterogen selain abu tandan kelapa, seperti abu kerang atau tulang hewan. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan biodiesel yang dihasilkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini dapat berfokus pada analisis kinerja mesin dan emisi gas buang ketika biodiesel digunakan sebagai bahan bakar, serta dampak lingkungan dan sosial dari penggunaan biodiesel.

Read online
File size807.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test