WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS
West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human RightsThis study aims to outline the legal risks and consequences of fake reviews in online commerce as they relate to Indonesian and Uzbek laws. The next goal is to learn about Indonesias legal reconstruction laws that shield online shoppers from fraudulent reviews. This study employs a legal research methodology that looks at pertinent legal provisions to what is actually taking place in society. Primary data are those that can be used as research materials. Information such as Uzbek and Indonesian laws and regulations that control the legal risks and effects of fraudulent reviews on internet sales, as well as secondary data that links the effects and the potential legal ramifications of fraudulent online reviews in Uzbekistan and Indonesia. This study approach reviews Uzbek and Indonesian legal guidelines and policies using statutory techniques. Because the researchs findings are presented in a descriptive-analytical way, this type of study is also known as descriptive-analytical research.
The study concludes that current laws in Uzbekistan do not adequately address the development of e-commerce, particularly regarding issues of document exchange and payment mechanisms.Indonesia possesses legal frameworks, such as Law No.8/1999 on Consumer Protection and Law No.11/2008 on Electronic Information and Transactions, that offer protection against fake reviews.However, effective enforcement and adaptation to the evolving digital landscape are crucial to safeguard consumers and maintain market integrity.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas implementasi regulasi terkait penanganan *fake review* di Indonesia dan Uzbekistan, termasuk peran aktif platform *e-commerce* dalam verifikasi ulasan. Selain itu, perlu diteliti bagaimana perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran *fake review* secara otomatis dan akurat. Terakhir, studi komparatif yang lebih mendalam mengenai kesadaran dan perilaku konsumen dalam menghadapi *fake review* di kedua negara dapat memberikan wawasan berharga untuk merumuskan strategi edukasi dan perlindungan konsumen yang lebih efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan *e-commerce* yang lebih aman, transparan, dan terpercaya bagi konsumen dan pelaku usaha.
| File size | 293.05 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIRAYAUNIRAYA Snt) sebenarnya merupakan bentuk balas dendam, bukan retribusi. Untuk menciptakan efek jera bagi pelakunya, hukuman mati harus dihapuskan, seperti yangSnt) sebenarnya merupakan bentuk balas dendam, bukan retribusi. Untuk menciptakan efek jera bagi pelakunya, hukuman mati harus dihapuskan, seperti yang
UNIRAYAUNIRAYA Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder, yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
UNIRAYAUNIRAYA Hakim mendapatkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan bahwa terdakwa membeli narkotika tersebut di untuk dipakai bagi diri sendiri. Hakim mendapatkanHakim mendapatkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan bahwa terdakwa membeli narkotika tersebut di untuk dipakai bagi diri sendiri. Hakim mendapatkan
UNIRAYAUNIRAYA Tran Minh Huy terbukti bersalah melakukan tindak pidana penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Namun, peneliti menilai hukuman tersebutTran Minh Huy terbukti bersalah melakukan tindak pidana penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Namun, peneliti menilai hukuman tersebut
UNIRAYAUNIRAYA Penulis berpendapat bahwa putusan harus memperhatikan hak‑hak korban, termasuk restitusi, pemulihan, dan dukungan psikososial sebagaimana diatur dalamPenulis berpendapat bahwa putusan harus memperhatikan hak‑hak korban, termasuk restitusi, pemulihan, dan dukungan psikososial sebagaimana diatur dalam
UNIRAYAUNIRAYA Sus/2023/PN Gst) dinilai tidak tepat. Hal ini karena majelis hakim dalam pilihannya tidak memikirkan Pasal 103 ayat (1) huruf a Undang‑Undang Nomor 35Sus/2023/PN Gst) dinilai tidak tepat. Hal ini karena majelis hakim dalam pilihannya tidak memikirkan Pasal 103 ayat (1) huruf a Undang‑Undang Nomor 35
UNIRAYAUNIRAYA Majelis hakim Pengadilan Militer I-05 Pontianak mengadili salah satu tindak pidana yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnyaMajelis hakim Pengadilan Militer I-05 Pontianak mengadili salah satu tindak pidana yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya
UNIRAYAUNIRAYA Pengumpulan data dilakukan memakai data sekunder yang diperoleh melalui bahan pustaka yg berasal bahan aturan utama, bahan sekunder dan bahan tersier.Pengumpulan data dilakukan memakai data sekunder yang diperoleh melalui bahan pustaka yg berasal bahan aturan utama, bahan sekunder dan bahan tersier.
Useful /
UNIRAYAUNIRAYA Tindak pidana penganiayaan merupakan suatu kejahatn yang dapat menimbulkan luka dan rasa sakit yang dapat membahayakan atau merusak kesehatan badan danTindak pidana penganiayaan merupakan suatu kejahatn yang dapat menimbulkan luka dan rasa sakit yang dapat membahayakan atau merusak kesehatan badan dan
UNTADUNTAD SDM telah menunjukkan kemampuan dasar dalam menjalankan layanan, namun belum sepenuhnya adaptif terhadap teknologi. Partisipasi masyarakat sudah mulaiSDM telah menunjukkan kemampuan dasar dalam menjalankan layanan, namun belum sepenuhnya adaptif terhadap teknologi. Partisipasi masyarakat sudah mulai
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Temuan menunjukkan bahwa meskipun keadilan restoratif dapat menjadi alat rehabilitatif bagi pelaku anak, penerapannya dalam kasus pembunuhan sangat kompleksTemuan menunjukkan bahwa meskipun keadilan restoratif dapat menjadi alat rehabilitatif bagi pelaku anak, penerapannya dalam kasus pembunuhan sangat kompleks
ISI DPSISI DPS Rentang usia 8-12 tahun lebih mendetail dalam menggambar dengan instruksi, sudah lebih proporsional dan mengenal kedalaman objek, namun kurang dalam memvisualkanRentang usia 8-12 tahun lebih mendetail dalam menggambar dengan instruksi, sudah lebih proporsional dan mengenal kedalaman objek, namun kurang dalam memvisualkan