UGMUGM
JCEFJCEFStatistik terbaru menunjukkan tren peningkatan kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan pejalan kaki yang diidentifikasi sebagai kelompok pengguna jalan yang paling rentan, sehingga penanganan masalah ini memerlukan alat berbasis bukti untuk mendukung pengambilan keputusan untuk peningkatan keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini mengembangkan model PedISI (Pedestrian Intersection Safety Index) berbasis persepsi menggunakan regresi linier berganda untuk memperkirakan tingkat keselamatan di persimpangan tiga-lengan tanpa sinyal berdasarkan karakteristik lalu lintas dan geometri. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang bergantung pada data kecelakaan atau perilaku, penelitian ini menggunakan data persepsi pengguna, yang menawarkan cara yang lebih fleksibel dan berisiko lebih rendah untuk menangkap evaluasi subyektif pejalan kaki tentang keselamatan. Penelitian ini dilakukan di 15 persimpangan tiga-lengan tanpa sinyal yang terdiri dari 42 titik pengamatan di Kota Cimahi, Jawa Barat, Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, kecepatan kendaraan persentil ke-85, lebar lajur, dan lebar median, serta penilaian keselamatan responden yang diperoleh dari survei berbasis video di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan persentil ke-85, lebar lajur, dan lebar median berpengaruh signifikan terhadap persepsi pejalan kaki tentang keselamatan menyeberang. Penerapan model regresi yang dikembangkan menunjukkan bahwa indeks keselamatan pejalan kaki berbasis persepsi rata-rata di persimpangan ini adalah 2.96. Analisis sensitivitas lebih lanjut mengungkapkan bahwa pengurangan kecepatan kendaraan menghasilkan peningkatan terbesar dalam keselamatan yang dirasakan, menyarankan bahwa manajemen kecepatan harus menjadi prioritas dalam intervensi keselamatan pejalan kaki. Sementara faktor geometri seperti lebar lajur dan median juga memainkan peran, faktor-faktor ini harus dioptimalkan dalam standar desain untuk menyeimbangkan keselamatan dan kinerja lalu lintas. Penelitian ini menunjukkan potensi modeling berbasis persepsi sebagai pendekatan pelengkap untuk penilaian keselamatan pejalan kaki di lingkungan perkotaan dengan data terbatas dan menyediakan kerangka kerja untuk aplikasi masa depan yang mencakup konteks lingkungan dan perilaku yang beragam.
Model indeks keselamatan pejalan kaki untuk persimpangan tiga-lengan tanpa sinyal di Kota Cimahi diformulasikan berdasarkan analisis regresi.Kemajuan penelitian ini terletak pada fokusnya pada persimpangan tiga-lengan tanpa sinyal, jenis persimpangan yang sering diabaikan dalam penelitian keselamatan pejalan kaki.Berbeda dengan persimpangan mid-block atau empat-lengan yang biasa, persimpangan tiga-lengan memiliki tantangan geometri dan perilaku yang unik karena pola lalu lintas asimetris dan jalur pejalan kaki yang tidak teratur.Penggunaan peringkat keselamatan berbasis persepsi, yang diperoleh dari stimulus video dan divalidasi melalui pengujian statistik ketat, menawarkan pendekatan metodologis baru yang menangkap persepsi dunia nyata pejalan kaki tentang keselamatan penyeberangan pejalan kaki.Pendekatan ini menjembatani persepsi keselamatan subyektif dengan karakteristik jalan objektif, memungkinkan penilaian keselamatan yang lebih holistik dan berpusat pada manusia.Indeks keselamatan pejalan kaki di 42 persimpangan tiga-lengan tanpa sinyal di Cimahi berkisar dari 1,5 hingga 4,5, dengan skor rata-rata 3,17 dan standar deviasi 0,57.Analisis menunjukkan bahwa volume kendaraan lalu lintas, kecepatan lalu lintas, lebar lajur, dan lebar median adalah faktor signifikan yang mempengaruhi persepsi keselamatan pejalan kaki saat menyeberang.Menganalisis model, nilai R2 sebesar 0,78 menunjukkan bahwa model menjelaskan 78% variasi skor indeks keselamatan.Hal ini menunjukkan bahwa model cukup akurat dalam memprediksi tingkat keselamatan berdasarkan volume kendaraan, kecepatan, lebar lajur, dan lebar median.Model juga menghasilkan daya prediktif yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh nilai RMSE sebesar 0,374.Daya prediktif dan generalisasi yang kuat dari model menjadikannya alat yang kuat bagi pemerintah setempat untuk mengkuantifikasi dan merespons keprihatinan keselamatan publik, menggunakan prediksi untuk memprioritaskan intervensi yang signifikan bahkan di area di mana survei persepsi langsung tidak mungkin dilakukan.Hasil model sejalan dengan penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, lebar lajur, dan lebar median adalah faktor signifikan untuk fasilitas penyeberangan tanpa sinyal (Rastogi et al.Dari analisis sensitivitas, kecepatan persentil ke-85 ditemukan sebagai variabel paling berpengaruh dibandingkan variabel independen lainnya.Oleh karena itu, pengurangan kecepatan kendaraan adalah strategi yang paling direkomendasikan untuk meningkatkan keselamatan penyeberangan pejalan kaki.Temuan ini mendukung intervensi berbasis infrastruktur seperti pengurangan lebar lajur, manajemen kecepatan, dan pemasangan median untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki terutama untuk fasilitas persimpangan tiga-lengan (da Costa et al.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara model keselamatan pejalan kaki berbasis persepsi dan model berbasis data kecelakaan atau perilaku. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai lokasi dengan karakteristik lalu lintas dan geometri yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh variabel-variabel lain seperti usia pejalan kaki, jenis kelamin, dan kondisi cuaca terhadap persepsi keselamatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi keselamatan pejalan kaki dan membantu dalam pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif.
| File size | 1.52 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
LAAROIBALAAROIBA Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel melalui program EviewsTeknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel melalui program Eviews
UNPERUNPER Penelitian ini menyimpulkan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen (DPR) pada bank konvensionalPenelitian ini menyimpulkan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen (DPR) pada bank konvensional
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Nilai koefisien determinasi adjusted r-squared sebesar 0. 181695 menunjukkan kontribusi seluruh variabel independen dalam menjelaskan variabel dependenNilai koefisien determinasi adjusted r-squared sebesar 0. 181695 menunjukkan kontribusi seluruh variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen
JOURNAL LAAROIBAJOURNAL LAAROIBA BOPO dan NPL memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Variabel moderasi tipe bank terbukti memoderasi hubungan antara CAR, BOPO, dan NPL denganBOPO dan NPL memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Variabel moderasi tipe bank terbukti memoderasi hubungan antara CAR, BOPO, dan NPL dengan
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Hasil Model Struktural I menunjukkan bahwa dewan direksi tidak memiliki efek signifikan pada ROE, sedangkan komisaris independen dan kepemilikan manajerialHasil Model Struktural I menunjukkan bahwa dewan direksi tidak memiliki efek signifikan pada ROE, sedangkan komisaris independen dan kepemilikan manajerial
UPNYKUPNYK Menggunakan data sampel dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2008-2022. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel.Menggunakan data sampel dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2008-2022. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel.
UNPAMUNPAM Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Temuan ini menunjukkan bahwa insentif finansial dan strategi penghindaranSecara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap transfer pricing. Temuan ini menunjukkan bahwa insentif finansial dan strategi penghindaran
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Data yang digunakan adalah data sekunder dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Alat analisis yang digunakan adalah eviews-9.Data yang digunakan adalah data sekunder dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Alat analisis yang digunakan adalah eviews-9.
Useful /
UGMUGM The cold-formed steel roof truss structure was modeled with 3D-truss elements in two model types: the overall structure and a single compression memberThe cold-formed steel roof truss structure was modeled with 3D-truss elements in two model types: the overall structure and a single compression member
UGMUGM Akibatnya, dua tahap puncak beban ultimate diamati sebelum dan setelah onset debonding GFRP. Model analitis yang digunakan untuk memperkirakan beban ultimateAkibatnya, dua tahap puncak beban ultimate diamati sebelum dan setelah onset debonding GFRP. Model analitis yang digunakan untuk memperkirakan beban ultimate
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Perspektif keadilan mobilitas mengungkapkan bahwa desain dan distribusi infrastruktur mobilitas mencerminkan ketidaksetaraan sosio-spasial yang tertanam,Perspektif keadilan mobilitas mengungkapkan bahwa desain dan distribusi infrastruktur mobilitas mencerminkan ketidaksetaraan sosio-spasial yang tertanam,
UPNYKUPNYK Variabel tenaga kerja sektor pertanian tidak memiliki pengaruh terhadap impor beras dalam jangka pendek dan memilki pengaruh negatif dalam jangka panjangVariabel tenaga kerja sektor pertanian tidak memiliki pengaruh terhadap impor beras dalam jangka pendek dan memilki pengaruh negatif dalam jangka panjang