RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM
International Journal of Research in Community ServicesInternational Journal of Research in Community ServicesKawasan Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu pusat wisata kuliner dan perdagangan tradisional yang memiliki nilai historis dan ekonomi penting di Kota Tangerang. Namun, aktivitas komersial yang meningkat dan jumlah pengunjung yang bertambah telah menghasilkan sampah dalam jumlah besar yang belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dan persepsi manajemen sampah di kawasan Pasar Lama Tangerang dari perspektif pariwisata berkelanjutan, berdasarkan wawasan dari pelaku lapangan seperti pedagang dan pekerja kebersihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pedagang dan pekerja kebersihan di kawasan Pasar Lama yang dipilih menggunakan sampling purposive. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa manajemen sampah di kawasan Pasar Lama Tangerang masih konvensional dan tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Fasilitas sanitasi terbatas, partisipasi pedagang yang rendah, dan sosialisasi yang tidak memadai dari pihak pengelola kawasan menjadi hambatan utama dalam mencapai lingkungan yang bersih. Temuan ini mencerminkan kondisi dan persepsi nyata dari pelaku lapangan; oleh karena itu, temuan ini belum dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai langsung kebijakan pemerintah.
Penelitian ini telah menyelidiki praktik manajemen sampah di kawasan Pasar Lama Tangerang melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana sampah dikelola dalam lingkungan wisata kuliner yang padat dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem yang ada.Temuan menunjukkan bahwa manajemen sampah di Pasar Lama Tangerang belum beroperasi secara optimal.Sistem saat ini tetap konvensional, berfokus terutama pada pengumpulan dan pembuangan sampah tanpa pengolahan yang tepat sesuai dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).Infrastruktur kebersihan yang terbatas, seperti jumlah tempat sampah yang tidak memadai dan fasilitas penyimpanan sampah sementara yang tidak memadai, berkontribusi pada penumpukan sampah dan penurunan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa partisipasi dan kesadaran pedagang tetap rendah, karena banyak pedagang bergantung pada pekerja kebersihan dan belum mengadopsi praktik penanganan sampah yang proaktif.Kondisi ini menunjukkan bahwa praktik manajemen sampah saat ini tidak sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, yang menekankan pentingnya perlindungan lingkungan untuk mendukung daya tarik destinasi jangka panjang.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan strategi edukasi dan kampanye kesadaran publik yang intensif untuk meningkatkan partisipasi pedagang dan pengunjung dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab. Strategi ini dapat mencakup pelatihan, lokakarya, dan materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan spesifik di Pasar Lama Tangerang.. . 2. Meningkatkan infrastruktur kebersihan dengan menyediakan tempat sampah yang memadai, termasuk tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan sampah sementara. Hal ini akan membantu mencegah penumpukan sampah dan meningkatkan kebersihan kawasan.. . 3. Memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, pekerja kebersihan, dan pedagang. Koordinasi yang lebih baik akan memungkinkan kolaborasi yang lebih efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk manajemen sampah yang berkelanjutan. Dengan demikian, Pasar Lama Tangerang dapat menjadi destinasi wisata kuliner yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
| File size | 184.31 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
MAYADANIMAYADANI Siswa seringkali menganggap pelajaran biologi hanya sekedar kumpulan konsep yang harus dihafal. Siswa masih kurang banyak mengasosiasikan materi pembelajaranSiswa seringkali menganggap pelajaran biologi hanya sekedar kumpulan konsep yang harus dihafal. Siswa masih kurang banyak mengasosiasikan materi pembelajaran
UMKUMK Pemeliharaan website desa adalah langkah strategis untuk mendukung kelancaran pelayanan publik, terutama di era digitalisasi administrasi. Desa BulungPemeliharaan website desa adalah langkah strategis untuk mendukung kelancaran pelayanan publik, terutama di era digitalisasi administrasi. Desa Bulung
IIESECOREIIESECORE Studi longitudinal direkomendasikan untuk menilai persistensi perubahan perilaku dan dampak lingkungan jangka panjang dari program-program seperti ini.Studi longitudinal direkomendasikan untuk menilai persistensi perubahan perilaku dan dampak lingkungan jangka panjang dari program-program seperti ini.
UNSERAUNSERA Program yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM 30 Universitas Serang Raya (UNSERA) di SMA Negeri 7 Kota Serang telah memberikan dampak positif dan nyataProgram yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM 30 Universitas Serang Raya (UNSERA) di SMA Negeri 7 Kota Serang telah memberikan dampak positif dan nyata
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Metode yang digunakan adalah pendekatan Design Thinking dengan lima tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pelatihan diberikan melaluiMetode yang digunakan adalah pendekatan Design Thinking dengan lima tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pelatihan diberikan melalui
UNSERAUNSERA Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap pengelolaan limbah organik dan pemanfaatan eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan.Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap pengelolaan limbah organik dan pemanfaatan eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan.
IAIHPANCORIAIHPANCOR Hal ini juga berlaku dalam konteks pembelajaran agama, terutama di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). TPQ adalah sebuah institusi pendidikan nonformal yangHal ini juga berlaku dalam konteks pembelajaran agama, terutama di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). TPQ adalah sebuah institusi pendidikan nonformal yang
UNSIKAUNSIKA Pemahaman ini diharapkan meluas ke dalam kehidupan sehari-hari siswa dan membentuk kebiasaan positif yang dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat.Pemahaman ini diharapkan meluas ke dalam kehidupan sehari-hari siswa dan membentuk kebiasaan positif yang dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat.
Useful /
IAIHPANCORIAIHPANCOR Sebelum melaksanakan kegiatan PKM, penulis melakukan pra-survey dengan menggunakan metode observasi dan diskusi dengan pihak TPQ Al Munawwaroh untuk berkoordinasiSebelum melaksanakan kegiatan PKM, penulis melakukan pra-survey dengan menggunakan metode observasi dan diskusi dengan pihak TPQ Al Munawwaroh untuk berkoordinasi
UNSIKAUNSIKA Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil menghasilkan alat penyemprot disinfektan teknologi droplet nanofluida yang diterapkan di fasilitas umumKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil menghasilkan alat penyemprot disinfektan teknologi droplet nanofluida yang diterapkan di fasilitas umum
UNSIKAUNSIKA Salah satunya yaitu sabun mijel yang terbuat minyak jelantah, dikembangkan oleh ibu-ibu di Desa Wadas. Namun, usaha tersebut masih dikelola secara tradisionalSalah satunya yaitu sabun mijel yang terbuat minyak jelantah, dikembangkan oleh ibu-ibu di Desa Wadas. Namun, usaha tersebut masih dikelola secara tradisional
UNSIKAUNSIKA Selain itu, router mikrotik berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas data. Lebih jauh lagi, kegunaan Mikrotik juga sebagai pengatur konten dariSelain itu, router mikrotik berperan penting dalam mengatur arus lalu lintas data. Lebih jauh lagi, kegunaan Mikrotik juga sebagai pengatur konten dari