UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar belakang: Stroke merupakan penyebab disabilitas pertama di dunia. Kejadian stroke dapat menimbulkan kelemahan dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan fungsional yang dialami orang pascastroke menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemandirian dalam melakukan aktivitas. Upaya untuk memulihkan anggota gerak adalah dengan melakukan rehabilitasi. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik pra eksperimen dengan pendekatan studi one group pretest posttest yang dilakukan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota pada bulan Desember tahun 2021. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data rekam medis. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil penelitian pada 50 responden yang mengikuti program rehabilitasi medik, didapatkan 1 responden yang mengalami penurunan tingkat kemandirian, terdapat 23 responden yang mengalami kenaikan tingkat kemandirian, dan terdapat 26 responden yang tidak mengalami penurunan maupun kenaikan tingkat kemandirian. Hasil analisis bivariat uji Wilcoxon signed rank test didapatkan ada pengaruh yang bermakna antara program rehabilitasi medik pada kemandirian penderita stroke iskemik (p=0,000). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa H₀ ditolak dan Hₐ diterima atau terdapat pengaruh yang bermakna antara Program Rehabilitasi Medik pada Kemandirian Penderita Stroke di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota.

Program rehabilitasi medik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian penderita stroke iskemik di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota.Sebagian besar pasien mengalami peningkatan atau tetap stabil dalam tingkat kemandirian setelah mengikuti program rehabilitasi.Dengan demikian, program rehabilitasi medik sangat penting dalam upaya pemulihan fungsi dan peningkatan kualitas hidup pasien stroke.

Pertama, perlu diteliti efektivitas durasi rehabilitasi medik yang lebih panjang terhadap kemandirian pasien stroke iskemik, mengingat rata-rata durasi dalam penelitian ini hanya 4,14 bulan dan mungkin belum mencerminkan hasil optimal jangka panjang. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh kombinasi antara terapi rehabilitasi medik dengan dukungan keluarga terhadap peningkatan kemandirian, karena faktor psikososial seperti motivasi dan dukungan emosional dapat mempercepat proses pemulihan. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang perbedaan respons pasien terhadap program rehabilitasi berdasarkan karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi komorbid, guna merancang intervensi rehabilitasi yang lebih personal dan tepat sasaran. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan pendekatan yang lebih dalam dan holistik terhadap proses rehabilitasi pasien stroke.

Read online
File size329.28 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test