UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan dan setelah satu jam tidak diikuti proses persalinan. Sectio caesarea (SC) atau operasi sesar merupakan tindakan pembedahan untuk mengeluarkan janin melalui sayatan atau tindakan pada dinding rahim dan perut, dengan syarat janin dalam keadaan sehat dan beratnya lebih dari 500 gram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini dengan persalinan sectio caesarea. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien ibu bersalin patologi atau dengan penyulit rawat inap dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu yang mengalami ketuban pecah dini dengan persalinan sectio caesarea didapatkan sebanyak 49 maternal dengan nilai ekspektasi sebesar (42,6%) dan sebanyak 23 maternal dengan nilai ekspektasi sebesar (20%) yang mengalami ketuban pecah dini dan tidak melakukan persalinan sectio caesarea. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara ketuban pecah dini dengan persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Budi Kemulian Batam tahun 2022.

Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara ketuban pecah dini dengan persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam tahun 2022, dengan nilai p = 0,002 < 0,05.Kekuatan hubungan sebesar 0,277 menunjukkan tingkat korelasi yang lemah.Penelitian ini menyimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak, sehingga dapat dinyatakan bahwa ketuban pecah dini berhubungan dengan peningkatan kejadian sectio caesarea.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji faktor usia ibu sebagai variabel pengaruh terhadap kejadian ketuban pecah dini dan keputusan persalinan sectio caesarea, mengingat usia ekstrem (<20 atau >35 tahun) berpotensi meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, perlu diteliti durasi masa laten setelah ketuban pecah terhadap keputusan persalinan, untuk mengetahui ambang waktu kritis yang paling berisiko menyebabkan infeksi atau gawat janin sehingga memicu tindakan bedah sesar. Penelitian juga dapat dikembangkan dengan membandingkan profil infeksi dan asfiksia neonatorum antara ibu dengan ketuban pecah dini yang melahirkan secara sectio caesarea dan pervaginam, guna mengevaluasi efektivitas intervensi bedah dalam mencegah komplikasi perinatal secara lebih komprehensif.

Read online
File size225.99 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test