USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Cabai merupakan salah satu tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga diperlukan teknik budidaya yang tepat, dalam hal ini terkait pemupukan dengan memanfaatkan limbah hewan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) terhadap kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan sapi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor pertama jenis pupuk kandang yang terdiri dari dua level, yaitu kotoran sapi dan kotoran ayam, faktor kedua adalah dosis pupuk dengan tiga level, yaitu 200 gram, 300 gram, dan 400 gram. Total kombinasi perlakuan adalah 9 dengan 3 ulangan sehingga total unit percobaan menjadi 27. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman cabai (tinggi tanaman dan jumlah cabang) serta produksi cabai (jumlah buah dan bobot segar buah). Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% dan 1%, dilanjutkan dengan uji Duncan 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah buah (12,77 dan 5,00), berpengaruh nyata terhadap jumlah buah (3,55), namun tidak berpengaruh terhadap bobot segar buah (2,46). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah buah adalah kombinasi 300 gram pupuk kandang ayam dan 200 gram pupuk kandang sapi.

Perbedaan dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan sapi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai, serta berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan jumlah tanaman cabai merah.Namun, parameter bobot segar buah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.Kombinasi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman cabai adalah 300 gram pupuk kandang ayam dan 200 gram pupuk kandang sapi.

Pertama, perlu diteliti pengaruh kombinasi pupuk kandang ayam dan sapi pada jenis tanaman hortikultura lain seperti tomat atau terung untuk melihat apakah respons pertumbuhan dan produksi juga meningkat pada tanaman selain cabai. Kedua, penelitian lanjutan dapat menguji variasi rasio komposisi lebih halus, misalnya dengan peningkatan bertahap 50 gram antara kedua pupuk, guna menemukan titik optimal dosis yang paling efisien bagi tanaman cabai di berbagai jenis tanah. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan kombinasi pupuk ini terhadap kesehatan tanah, seperti perubahan struktur tanah, aktivitas mikroba, dan akumulasi nutrisi, agar dapat diketahui keberlanjutan penggunaannya dalam sistem pertanian organik. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi lebih komprehensif dalam pengelolaan pupuk organik yang berkelanjutan.

Read online
File size741.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test