USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Ekstrak daun soursop (Annona muricata L.) mengandung berbagai senyawa aktif potensial, salah satunya bersifat antijamur. Bolu Paranggi adalah kue tradisional dari Mandar (Sulawesi Barat), terbuat dari tepung terigu dan gula merah sehingga berisiko mengalami kerusakan dan ditumbuhi jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak daun soursop menggunakan pelarut air RO ganda dengan variasi waktu ekstraksi dan rasio massa daun terhadap volume air, mengidentifikasi kelompok senyawa metabolit sekunder dari ekstrak air daun soursop, mengisolasi dan mengidentifikasi jamur dalam kue Bolu Paranggi, serta melakukan uji aktivitas antijamur ekstrak daun soursop terhadap jamur yang diisolasi dari kue Bolu Paranggi. Ekstraksi daun soursop menggunakan air RO ganda sebagai pelarut dengan metode maserasi selama 24 jam dan pemanasan selama 15 menit dengan variasi rasio massa daun soursop dan volume air 1:1; 1:1,5; 1:2; 1:2,5; dan 1:3. Analisis senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode uji fitokimia dan aktivitas antijamur menggunakan metode difusi agar pada media PDA (Potato Dextrose Agar) kemudian mengukur zona hambat menggunakan cakram kertas berdiameter 6 mm. Hasil menunjukkan bahwa ekstraksi dengan metode pemanasan selama 15 menit menghasilkan lebih banyak ekstrak dibanding metode maserasi selama 24 jam pada suhu ruang (RT), dengan jumlah ekstrak tertinggi diperoleh dari rasio massa daun soursop dan volume air 1:3. Hasil analisis fitokimia ekstrak air daun soursop, baik metode pemanasan maupun maserasi, mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, dan saponin, serta uji aktivitas antijamur terhadap Aspergillus yang diisolasi dari Bolu Paranggi menunjukkan aktivitas antijamur lemah pada konsentrasi ekstrak 5.000 ppm - 50.000 ppm dengan diameter zona hambat 2 mm.

Ekstraksi daun soursop menggunakan air sebagai pelarut dengan metode pemanasan selama 15 menit menghasilkan ekstrak lebih banyak dibanding metode maserasi selama 24 jam, dengan rasio massa daun dan volume air 1.Ekstrak daun soursop mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, dan saponin berdasarkan uji fitokimia.Ekstrak daun soursop menunjukkan aktivitas antijamur lemah terhadap jamur Aspergillus yang diisolasi dari kue Bolu Paranggi pada konsentrasi 5.000 ppm dengan diameter zona hambat 2 mm.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam ekstrak daun soursop yang bertanggung jawab atas aktivitas antijamur, misalnya dengan teknik kromatografi dan spektrometri, agar dapat diketahui komponen aktif utamanya. Kedua, penelitian lanjutan sebaiknya menguji efektivitas ekstrak pada konsentrasi di atas 50.000 ppm atau bahkan dalam bentuk terenkapsulasi untuk melihat apakah peningkatan konsentrasi atau formulasi tertentu dapat memperkuat efek penghambatan terhadap pertumbuhan Aspergillus. Ketiga, perlu dilakukan studi eksperimental tentang penerapan ekstrak daun soursop pada kue Bolu Paranggi secara langsung untuk mengevaluasi dampaknya terhadap masa simpan dan kualitas organoleptik kue, serta menilai apakah ekstrak ini dapat menjadi alternatif pengawet alami yang praktis dan aman digunakan dalam produk pangan tradisional.

Read online
File size821.06 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test