UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Hiperkolesterolemia adalah suatu keadaan peningkatan kadar kolesterol di atas batas normal. Flavonoid yang ditemukan pada tumbuhan berfungsi sebagai antioksidan alami dengan kemampuannya menangkal molekul radikal bebas. Salah satu tumbuhan tersebut adalah daun kemangi (Ocimum sanctum). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap penurunan kadar kolesterol tikus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experimental di laboratorium secara in vivo dengan rancangan Post test Only Control Group Design dan jumlah sampel sebanyak 35 ekor dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif hanya diberi makan standar, kelompok kontrol positif diberi MSG 0,2g/kgBB selama 14 hari, dan kelompok perlakuan terdiri dari 3 kelompok yang diinduksi MSG selama 14 hari dan ekstrak daun kemangi dengan dosis 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB selama 10 hari. Analisis hasil menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc LSD untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil: Ekstrak Ocimum sanctum mampu menurunkan kadar kolesterol total tikus yang diinduksi MSG dengan signifikansi p = 0,000. Kesimpulan: Penurunan kadar kolesterol total yang paling efektif terdapat pada dosis 700mg/kgBB.

Pemberian ekstrak daun kemangi pada dosis 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, dan 700 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih jantan yang diinduksi MSG (p = 0,000).Dosis 700 mg/kgBB terbukti paling efektif dalam menurunkan kolesterol total dibandingkan dosis lainnya.Temuan ini mendukung potensi ekstrak daun kemangi sebagai terapi alternatif untuk menangani hiperkolesterolemia.

Pertama, perlu dikaji efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan obat standar seperti simvastatin untuk mengetahui potensi penggantian terapi kimia dengan bahan alami. Kedua, penting untuk meneliti efek jangka panjang pemberian ekstrak daun kemangi terhadap fungsi hati dan ginjal agar keamanan penggunaannya dapat dipastikan. Ketiga, diperlukan penelitian tentang kombinasi ekstrak daun kemangi dengan pola diet tertentu untuk melihat sinergi dalam menurunkan kadar kolesterol secara lebih optimal. Studi-studi ini dapat memberikan gambaran lengkap mengenai kelayakan ekstrak daun kemangi sebagai terapi herbal, menjawab keterbatasan penelitian sebelumnya yang tidak membandingkan dengan obat kimia dan tidak mengevaluasi efek samping jangka panjang. Selain itu, pendekatan kombinasi dapat membuka arah baru dalam terapi non-farmakologis yang lebih holistik dan aman bagi pasien hiperkolesterolemia. Dengan demikian, hasil dari penelitian lanjutan dapat mendukung pengembangan obat herbal berbasis daun kemangi yang efektif, aman, dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Read online
File size359.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test