STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA

Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan Malang

Latar belakang: Perilaku Incivility juga terjadi dalam lingkup pendidikan. Pada setting pendidikan keperawatan juga tidak lepas dari masalah Incivility. Insiden ketidaksopanan atau perilaku Incivility dalam pendidikan keperawatan semakin meningkat sehingga dapat mempengaruhi lingkungan belajar, proses pembelajaran di kelas, dan juga saat praktik klinik Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku Incivility pada mahasiswa fakultas keperawatan tahun kedua di Universitas X Metode: Metode pada penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 191 mahasiswa keperawatan tahun kedua. Kuesioner versi Indonesia Clark Civility Indeks for Students and Classmates digunakan pada penelitian ini. Analisis univariate dilakukan pada penelitian ini. Periode waktu penelitian dengan waktu penelitian dari Januari-April 2023 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa keperawatan tahun kedua berada dalam kategori rendah sebanyak 83 (43,5%) dalam kategori civil dan sangat Incivility hanya 0.5%. Begitu juga dengan kategori penilaian teman kelas 61 (31,9%) termasuk dalam kategori civil Implikasi: Mayoritas responden menggambarkan perilaku dalam rentang cukup Civil hingga sangat Civil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa tahun kedua di salah satu Universitas X termasuk dalam kategori rendah baik dalam kategori penilaian diri sendiri maupun penilaian pada teman sekelas.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menunjukkan perilaku dalam rentang cukup Civil hingga sangat Civil.Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa tahun kedua di salah satu Universitas X termasuk dalam kategori rendah 1% baik dalam kategori penilaian diri sendiri maupun penilaian pada teman sekelas.

Melihat temuan penelitian ini yang menunjukkan tingkat ketidaksopanan yang rendah pada mahasiswa keperawatan tahun kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingkat ketidaksopanan ini. Salah satu arah studi yang menarik adalah meneliti secara kualitatif persepsi dan pengalaman mahasiswa serta dosen mengenai faktor-faktor pemicu dan pelindung terhadap perilaku ketidaksopanan di lingkungan pendidikan keperawatan. Ini bisa mencakup wawancara mendalam untuk memahami dinamika sosial, ekspektasi budaya, dan dampak kurikulum. Selain itu, mengingat penelitian ini bersifat deskriptif, penting untuk menguji efektivitas intervensi yang dirancang untuk meningkatkan budaya beradab. Misalnya, studi eksperimental dapat dilakukan untuk mengevaluasi program pelatihan etika atau lokakarya komunikasi yang terstruktur secara khusus bagi mahasiswa keperawatan, dengan membandingkan kelompok intervensi dan kontrol. Ini akan memberikan bukti kuat tentang strategi pencegahan dan penanganan ketidaksopanan. Selanjutnya, penelitian ini hanya berfokus pada mahasiswa tahun kedua. Oleh karena itu, studi komparatif atau longitudinal yang melibatkan mahasiswa dari berbagai jenjang, seperti tahun pertama hingga tahun akhir, akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana perilaku ketidaksopanan berkembang atau berubah seiring waktu dalam perjalanan pendidikan keperawatan mereka. Penelitian semacam ini dapat mengidentifikasi titik-titik krusial di mana intervensi paling dibutuhkan. Menjelajahi bagaimana konteks budaya di berbagai universitas memengaruhi manifestasi dan persepsi ketidaksopanan juga akan memperkaya pemahaman kita.

  1. Student incivility: Nursing faculty lived experience | Sprunk | Journal of Nursing Education and Practice.... doi.org/10.5430/jnep.v4n9p1Student incivility Nursing faculty lived experience Sprunk Journal of Nursing Education and Practice doi 10 5430 jnep v4n9p1
Read online
File size188.75 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test