UADUAD

Indonesian Journal of Chemical EngineeringIndonesian Journal of Chemical Engineering

Indonesia adalah negara kepulauan dengan keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi, sehingga banyak organisme seperti bekicot dapat ditemukan. Bekicot sering dianggap sebagai hama oleh petani sayuran. Padahal, bekicot mengandung asam amino, nitrogen, fosfor, kalium, dan protein yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bekicot sebagai pupuk organik cair (POC), mengetahui proses pembuatan POC dari bekicot, menganalisis perbedaan kandungan POC dari tiga sampel, membandingkan pertumbuhan tanaman terong ungu sebagai media uji, serta mengetahui pengaruh perbandingan molase dan bekicot. Metode penelitian meliputi persiapan bahan baku, perebusan dan penghancuran bekicot, pencampuran bahan, dan proses fermentasi. Selanjutnya, pupuk yang dihasilkan dianalisis untuk menentukan kandungan N, P, K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kandungan NPK pada sampel 100 gram bekicot menghasilkan nilai N 0,028%, P2O5 0,016%, dan K2O 0,003%. Pada sampel 300 gram bekicot, nilai N 0,041%, P2O5 0,043%, dan K2O 0,050%. Analisis perbandingan pertumbuhan tanaman terong ungu yang diberi POC bekicot dan yang tidak diberi POC menunjukkan perbedaan tinggi batang dan lebar daun. Sampel 1 (tanpa POC) memiliki tinggi batang 9 cm dan lebar daun 5,4 cm. Sampel 2 (100 gram bekicot) memiliki tinggi batang 11,2 cm dan lebar daun 7,1 cm. Sampel 3 (300 gram bekicot) memiliki tinggi batang 12,3 cm dan lebar daun 7,7 cm. Sementara itu, sampel 4 (500 gram bekicot) menunjukkan tinggi batang 15,4 cm dan lebar daun 9,5 cm, mengindikasikan laju pertumbuhan yang sangat baik. Perbedaan hasil uji penelitian ini disebabkan oleh perbedaan dosis atau variasi berat bekicot dan molase yang diberikan pada setiap sampel.

Berdasarkan penelitian, pupuk organik cair (POC) bekicot efektif meningkatkan pertumbuhan terong ungu, yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi batang dan lebar daun.Variasi berat bekicot dan molase dalam POC berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan tanaman dan kandungan NPK pupuk.Dosis 500 gram bekicot memberikan hasil pertumbuhan terong ungu terbaik, serta peningkatan molase berkorelasi dengan nilai NPK yang lebih tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada optimasi formulasi pupuk organik cair (POC) bekicot. Studi ini menunjukkan potensi bekicot, namun belum mengidentifikasi rasio bekicot dan molase yang paling efisien untuk menghasilkan kandungan NPK tertinggi sekaligus memicu pertumbuhan tanaman secara maksimal. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat melakukan eksperimen dengan rentang dosis bekicot dan variasi sumber molase yang lebih luas, seperti limbah buah-buahan atau sayuran lain yang mudah didapat, untuk menemukan formulasi POC yang paling optimal dari segi nutrisi dan efektivitas biaya. Selain itu, penting untuk meneliti dampak jangka panjang aplikasi POC bekicot ini terhadap kesehatan tanah dan profil nutrisi pada berbagai jenis tanaman budidaya lainnya, tidak hanya terong ungu, serta mengevaluasi potensi peningkatan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Kajian mendalam mengenai dinamika komunitas mikroba selama proses fermentasi anaerobik juga diperlukan untuk memahami peran spesifik setiap mikroorganisme dalam mengurai bahan organik bekicot menjadi nutrisi yang siap diserap tanaman, sehingga proses produksi POC dapat lebih terkontrol dan hasilnya lebih konsisten.

Read online
File size413.15 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test