FIP UNGFIP UNG

PEDAGOGIKAPEDAGOGIKA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar siswa kelas IV SD Negeri Centre Mangalli Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Centre Mangalli pada kelas IV.C dan IV.D. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Desain penelitian quasi experimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov-smirnov dan uji homogenitas menggunakan levene test pada SPSS 25. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independen sampel t test. Hasil uji independen sampel t test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) 0.000 < 0,05. Berdasarkan data tersebut, maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model discovery learning pada kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar siswa kelas IV SD Negeri Centre Mangalli Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa penerapan discovery learning memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD Negeri Centre Mangalli ditinjau dari gaya belajar, yang dibuktikan dengan nilai sig.Disarankan agar guru senantiasa mengkondisikan pembelajaran sesuai gaya belajar masing-masing siswa untuk memaksimalkan proses.Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk memaksimalkan kegiatan kelompok belajar saat menerapkan model discovery learning.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV, dengan mempertimbangkan gaya belajar mereka. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas Discovery Learning dengan model-model pembelajaran inovatif lainnya yang disebutkan dalam pendahuluan, seperti Problem-Based Learning atau Project-Based Learning, terutama dalam konteks kemampuan pemecahan masalah matematika dan adaptasinya terhadap beragam gaya belajar siswa. Penelitian semacam itu dapat membantu mengidentifikasi model mana yang paling optimal untuk kondisi dan karakteristik siswa yang berbeda, atau bahkan kombinasi model yang bisa memberikan hasil terbaik. Kedua, meskipun penelitian ini menunjukkan peningkatan secara umum, masih perlu diteliti lebih dalam mengenai mekanisme spesifik bagaimana Discovery Learning berinteraksi dengan setiap gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) dalam setiap tahapan pemecahan masalah matematika. Misalnya, studi kualitatif atau metode campuran bisa mengeksplorasi pengalaman belajar siswa dengan gaya belajar tertentu ketika menghadapi tahapan memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan mengecek kembali. Hal ini bisa mengungkap tantangan unik atau strategi sukses yang muncul dari interaksi antara gaya belajar dan fitur Discovery Learning. Ketiga, mengingat bahwa penelitian ini berfokus pada siswa kelas IV di satu sekolah, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan dengan menguji penerapan Discovery Learning pada jenjang pendidikan yang berbeda, seperti di sekolah menengah pertama atau atas, atau pada populasi siswa dengan latar belakang sosio-ekonomi dan geografis yang lebih beragam. Apakah efektivitasnya tetap konsisten, ataukah ada modifikasi yang diperlukan untuk mencapai hasil serupa di konteks yang lebih luas? Eksplorasi ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang generalisasi dan adaptabilitas model Discovery Learning.

Read online
File size374.05 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test