JRTPPIJRTPPI

Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriJurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Penelitian ini dilakukan untuk memperpanjang masa pakai kayu mahoni (Swietenia mahogany) melalui proses pengawetan. Tujuan penelitian adalah menentukan sifat mekanis kayu mahoni setelah direndam dingin menggunakan larutan pengawet ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen perendaman dingin di Laboratorium Pengujian Bahan Departemen Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang. Perlakuan pengawetan menggunakan larutan ekstrak kulit kakao pada konsentrasi 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15%. Respon yang diamati meliputi nilai retensi pengawet serta sifat mekanis kayu, yaitu kuat tekan sejajar serat, kuat lentur, dan kekerasan permukaan. Metode pengawetan yang diterapkan adalah perendaman dingin selama 120 jam. Peningkatan nilai retensi sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak yang ditambahkan. Perbaikan sifat kayu (kuat tekan sejajar serat dan kuat lentur) juga meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Hasil tertinggi diperoleh pada konsentrasi ekstrak 15% dengan retensi sebesar 7,6078 kg/cm², kuat tekan sejajar serat 227,92 kg/m², dan kuat lentur 387,82 kg/m². Data ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kakao berpotensi digunakan sebagai bahan pengawet kayu yang ramah lingkungan.

Pengawetan kayu mahoni dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah kakao 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15% melalui perendaman dingin selama 120 jam telah berhasil meningkatkan sifat mekanis kayu.Nilai kadar air, retensi, dan sifat mekanis kayu meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak.Peningkatan tertinggi diperoleh pada konsentrasi 15% dengan nilai retensi, kuat lentur, dan kuat tekan sejajar serat masing-masing 7,6078 kg/m², 387,82 kg/m², dan 227,92 kg/m².

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas ekstrak kulit kakao terhadap serangan berbagai jenis serangga perusak kayu selain rayap, seperti bubuk kayu atau jamur pelapuk, dalam kondisi lingkungan yang bervariasi. Kedua, penting untuk mengevaluasi daya tahan kayu yang telah diawetkan dalam jangka panjang melalui uji lapangan selama beberapa tahun guna mengetahui laju degradasi dan stabilitas sifat mekanis seiring waktu. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian tentang kombinasi ekstrak kulit kakao dengan bahan alami lainnya untuk mengeksplorasi efek sinergis yang dapat meningkatkan efisiensi pengawetan dan menurunkan konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan, sehingga lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Read online
File size966.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test