UIGMUIGM

Indonesian Global Journal Of Medical Research and DevelopmentIndonesian Global Journal Of Medical Research and Development

Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit kronis yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosadarah) maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit (Mus musculus) putih jantan dan untuk mengetahui dosis ekstrak etanol kulit terong ungu yang mempunyai aktivitas dalam penurunan kadar gula darah pada mencit. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yang digunakan pada ekstraksi yaitu perkolasi. Hewan uji yang di induksi menggunakan aloksan dengan dosis 3,36 mg. Dengan kelompok perlakuan Kontrol negatif CMC Na 0,5%, Kontrol positif glibenklamid 0,013mg/20g, Dosis 0,2mg/20gBB, Dosis 0,4mg/20gBB, Dosis 0,6mg/20gBB, Dosis 0,8mg/20gBB. Hasil: Data penurunan kadar glukosa darah paling sedikit yaitu pada kelompok perlakuan negatif (CMC Na 0,5%) yaitu 3 % dengan rata-rata 257 mg/dL diantara kelompok perlakuan lainnya, sedangkan penurunan kadar glukosa paling banyak pada kelompok ekstrak etanol kulit terong dengan dosis 0,2mg/20gBB yaitu 51% dengan rata-rata125 mg/dL. Untuk kontrol positif suspensi glibenkilamid 58% rata-rata penurunan glukosa darah 105 mg/dL. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak kulit terong ungu berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa pada mencit model diabetes.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit terong ungu (Solanum Melongena L.) efektif menurunkan kadar gula darah pada mencit model diabetes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,2 mg/kg berat badan memberikan penurunan kadar glukosa darah paling signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan dosis lainnya.Oleh karena itu, ekstrak kulit terong ungu berpotensi sebagai agen antidiabetes alami.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak kulit terong ungu yang bertanggung jawab atas efek antidiabetesnya, sehingga dapat dilakukan isolasi dan karakterisasi senyawa tersebut. Selain itu, studi mengenai mekanisme aksi ekstrak kulit terong ungu dalam menurunkan kadar glukosa darah perlu diperdalam, misalnya dengan meneliti pengaruhnya terhadap sensitivitas insulin dan fungsi sel beta pankreas. Terakhir, penelitian klinis pada manusia dengan diabetes perlu dilakukan untuk menguji efektivitas dan keamanan ekstrak kulit terong ungu sebagai terapi komplementer atau alternatif, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dosis optimal, durasi pengobatan, dan potensi interaksi dengan obat-obatan lain. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi antidiabetes kulit terong ungu dan membuka jalan bagi pengembangan obat herbal yang efektif dan aman untuk mengatasi penyakit diabetes.

Read online
File size305.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test