POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal)Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal)Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia (2018), sebanyak 57,6% penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut dalam 12 bulan terakhir. Pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain paling penting dalam pembentukan perilaku seseorang. Menyikat gigi secara benar merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menyikat gigi dengan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV dan V di SDN 1 Kukuh Marga Tabanan tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan langsung. Hasil penelitian terhadap 33 responden menunjukkan persentase pengetahuan menyikat gigi tertinggi berada dalam kategori cukup, yaitu 58%, dengan rata-rata skor 66,7. Persentase kebersihan gigi dan mulut tertinggi berada dalam kategori sedang, yaitu 60,61%, dengan rata-rata indeks sebesar 1,66. Persentase tertinggi kebersihan gigi dan mulut berdasarkan pengetahuan menyikat gigi ditemukan pada siswa dengan pengetahuan baik namun status kebersihan sedang, yaitu sebesar 66,67%. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,466, lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kebersihan gigi dan mulut siswa di SDN 1 Kukuh Marga Tabanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan kebersihan gigi dan mulut.
Tingkat pengetahuan menyikat gigi pada siswa kelas IV dan V SDN 1 Kukuh Marga Tabanan 2025 termasuk dalam kategori cukup, dengan rata-rata skor 66,7.Sebagian besar siswa memiliki kebersihan gigi dan mulut dalam kategori sedang, dengan rata-rata indeks 1,66.Berdasarkan analisis korelasi Spearman, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan kebersihan gigi dan mulut siswa, karena kemungkinan besar kebersihan gigi juga dipengaruhi oleh faktor lain selain pengetahuan.
Pertama, perlu diteliti faktor-faktor non-pengetahuan seperti kebiasaan keluarga, akses terhadap alat kesehatan gigi, dan pola makan yang mungkin lebih dominan memengaruhi kebersihan gigi dan mulut siswa, agar dapat diketahui penyebab utama dari rendahnya keterkaitan antara pengetahuan dan perilaku. Kedua, diperlukan penelitian tindakan sekolah (school-based intervention) yang menguji efektivitas program edukasi gigi berbasis praktik langsung dan pendampingan orang tua secara berkala terhadap perubahan perilaku menyikat gigi siswa dalam jangka panjang. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi longitudinal untuk melihat bagaimana perkembangan pengetahuan dan kebersihan gigi siswa dari kelas rendah hingga kelas tinggi, serta faktor-faktor yang secara dinamis memengaruhi perubahan tersebut, termasuk peran guru, media, dan lingkungan sekolah, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih tepat waktu dan berkelanjutan.
| File size | 755.48 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR sesudah diberikan edukasi dan disarankan untuk membiasakan menyikat gigi setiap hari pada sarana wastafel yang ergonomis di sekolah menunjukkan sebagiansesudah diberikan edukasi dan disarankan untuk membiasakan menyikat gigi setiap hari pada sarana wastafel yang ergonomis di sekolah menunjukkan sebagian
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Program Sekolah Sehat merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)Program Sekolah Sehat merupakan strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Tindakan promotif dan preventif dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut dimulai sejak usia dini. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut indikatornya adalahTindakan promotif dan preventif dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut dimulai sejak usia dini. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut indikatornya adalah
PTTIPTTI Program ini melibatkan mahasiswa universitas sebagai agen perubahan, memberikan pendidikan dan intervensi kepada anak-anak mengenai pentingnya perawatanProgram ini melibatkan mahasiswa universitas sebagai agen perubahan, memberikan pendidikan dan intervensi kepada anak-anak mengenai pentingnya perawatan
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta didik terhadap kesehatan gigi dan mulut cukup baik, dengan nilai rata-rata tinggi pada kuis teka-tekiHasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta didik terhadap kesehatan gigi dan mulut cukup baik, dengan nilai rata-rata tinggi pada kuis teka-teki
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Tujuan Penelitian Mengetahui tahun 2023. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi adalah jumlah kunjungan pasien yangTujuan Penelitian Mengetahui tahun 2023. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi adalah jumlah kunjungan pasien yang
AHMAREDUCAHMAREDUC Kegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Anyelir Kelurahan Tode Kisar telah berhasil melaksanakan tindakan preventif berupa pemberian fissure sealantKegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Anyelir Kelurahan Tode Kisar telah berhasil melaksanakan tindakan preventif berupa pemberian fissure sealant
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian karies gigi pada siswa dengan nilai p=0,00. Terdapat hubungan yang signifikan antaraTerdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian karies gigi pada siswa dengan nilai p=0,00. Terdapat hubungan yang signifikan antara
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penggunaan larutan lidah buaya 25% dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukanPenggunaan larutan lidah buaya 25% dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan
UMMUBAUMMUBA Proses speaking dan writing di otak melibatkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, serta lobus frontal. Kemampuan pemerolehan bahasa Inggris mahasiswa angkatanProses speaking dan writing di otak melibatkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, serta lobus frontal. Kemampuan pemerolehan bahasa Inggris mahasiswa angkatan
UMMUBAUMMUBA Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran tolak peluru melalui metode PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SDBerdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran tolak peluru melalui metode PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD
UMMUBAUMMUBA Sampel penelitian yang dipilih adalah siswa kelas X IPA 4 dengan jumlah siswa 35 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple randomSampel penelitian yang dipilih adalah siswa kelas X IPA 4 dengan jumlah siswa 35 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random