JRTPPIJRTPPI

Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriJurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Permasalahan transportasi sampah merupakan tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Kota Salatiga. Dengan jumlah sampah harian yang dihasilkan mencapai 457,81 m³ dan volume yang diangkut hanya sekitar 327,33 m³, tingkat pengangkutan sampah baru mencapai 71,72%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan rute pengangkutan sampah saat ini melalui pendekatan spasial menggunakan perangkat lunak QGIS. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis spasial terhadap distribusi rute dan beban kerja armada transportasi yang terdiri dari 9 unit arm roll dan 1 unit dump truck, dengan total rata-rata perjalanan harian mencapai 58 kali. Hasil perbandingan antara rute eksisting dan rute rencana menunjukkan efisiensi panjang rute harian sebesar 10,57 km (1,15%) dan efisiensi waktu operasi pengangkutan sampah selama 25 menit. Volume sampah yang diangkut juga meningkat dari 83.730 kg/hari menjadi 89.500 kg/hari (naik 6,89%), yang dicapai melalui perencanaan rute yang lebih optimal, penambahan kunjungan ke TPS Boja dan Tingkir, serta pemerataan beban kerja antar sopir. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa optimasi rute berbasis GIS dapat meningkatkan efisiensi jarak, serta produktivitas sistem pengangkutan sampah secara keseluruhan di Kota Salatiga.

Sistem pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Ngronggo belum beroperasi secara optimal karena hanya sekitar 71,72% volume sampah harian yang berhasil diangkut, disertai ketidakseimbangan beban kerja antar sopir dan tidak adanya armada cadangan.Penerapan analisis jaringan berbasis QGIS dengan metode shortest path berhasil meningkatkan efisiensi sistem, terlihat dari pengurangan jarak tempuh harian sebesar 10,57 km (1,15%), penghematan waktu operasional 25 menit, serta peningkatan volume sampah terangkut dari 83.500 kg/hari (6,89%) melalui distribusi TPS yang lebih merata dan pemanfaatan kapasitas kendaraan yang lebih optimal.Untuk meningkatkan kinerja sistem di masa depan, disarankan agar pemerintah kota secara bertahap menerapkan rute teroptimalisasi, melakukan uji coba rute alternatif, menambah armada, serta mengintegrasikan sistem optimasi berbasis GIS ke dalam perencanaan spasial dan monitoring digital kota.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang penerapan model rute dinamis yang mempertimbangkan perubahan waktu nyata seperti kemacetan lalu lintas, cuaca, dan volume sampah harian di masing-masing TPS untuk menguji apakah efisiensi sistem dapat ditingkatkan lebih lanjut dibandingkan pendekatan statis yang digunakan saat ini. Kedua, perlu dikaji rencana zonasi ulang wilayah pengangkutan berdasarkan kepadatan sampah, karakteristik jalan, dan kapasitas armada, untuk mengevaluasi apakah redistribusi wilayah kerja dapat lebih menyeimbangkan beban kerja dan waktu tempuh antar sopir secara adil dan efisien. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang integrasi sistem pengangkutan sampah dengan sistem monitoring digital berbasis IoT atau aplikasi mobile, untuk meneliti bagaimana teknologi real-time dapat mendukung pengambilan keputusan operasional, pelacakan kinerja armada, dan koordinasi antar unit secara lebih responsif dan berkelanjutan dalam konteks kota menengah seperti Salatiga.

Read online
File size937.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test