MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Tradisi sulang-sulang pomparan (memberi makan orang tua) merupakan tradisi keluarga yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada kedua orang tua, biasanya ketika salah satu orang tua sakit atau kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan, pelaksanaan (teks, koteks, dan konteks) serta nilai-nilai tradisi lisan yang terkandung dalam tradisi sulang-sulang pomparan Etnis Batak Toba. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kearifan lokal yang diusulkan oleh Robert Sibarani (2014). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Tahapan dalam tradisi sulang-sulang pomparan Etnis Batak Toba dibagi menjadi dua tahapan, yaitu tahapan sebelum yang meliputi: 1) Tahap Sirarion (Diskusi) antar saudara dan tahapan pelaksanaan tradisi yang meliputi: 1) Acara Ibadah, 2) Acara Mampasahat Tudu-tudu Sipanganon Sian Sude Pomparan, 3) Acara Manulangi Sian Sude Pomparan, 4) Acara Mampasahat Dengke, Ulos, Dohot Manulangi Sian Hula-hula/Paraman. Pelaksanaan dalam tradisi ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1) Analisis Teks, 2) Analisis Koteks, dan 3) Analisis Konteks. Nilai-nilai dalam tradisi ini meliputi: 1) Nilai Keagamaan/Syukur, 2) Nilai Kerjasama, 3) Nilai Seni, 4) Nilai Kesopanan, 5) Solidaritas Sosial, 6) Pengelolaan Gender, 7) Sikap Harmoni dan Penyelesaian Konflik, 8) Kepedulian Lingkungan.

Penelitian mengenai tradisi Sulang-sulang Pomparan pada Etnis Batak Toba menunjukkan adanya dua tahapan utama, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, yang melibatkan serangkaian acara adat dan ritual.Pelaksanaan tradisi ini mencakup analisis teks, koteks, dan konteks, serta mengandung berbagai nilai-nilai budaya dan sosial yang penting bagi masyarakat Batak Toba.Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan kekerabatan dan menjaga kelestarian budaya.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran tradisi Sulang-sulang Pomparan dalam memperkuat identitas budaya Batak Toba di tengah arus globalisasi, khususnya pada generasi muda. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan tradisi serupa pada etnis lain di Indonesia atau bahkan di negara lain untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada dampak psikologis dan sosial dari tradisi ini terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat, termasuk bagaimana tradisi ini dapat dimanfaatkan sebagai modal sosial untuk meningkatkan kualitas hidup.

Read online
File size300.5 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test