STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG

Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan

Warfarin adalah obat antikoagulan oral yang digunakan untuk profilaksis dan pengobatan tromboemboli. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien, profil penggunaan obat, dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap yang mendapatkan terapi warfarin di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data retrospektif. Data diambil dari 210 rekam medik pasien rawat inap pada periode 2021-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan terbanyak adalah nyeri dada, diagnosa terbesar adalah gagal jantung, dan pembuatan dosis warfarin mayoritas adalah kurang dari 35 mg. Potensi interaksi obat ditemukan majeur pada 99,05% pasien, baik berupa interaksi farmakokinetik atau farmakodinamik.

Dari penelitian ini diketahui bahwa warfarin memiliki potensi interaksi obat yang tinggi pada pasien rawat inap.Pasien yang mengalami perdarahan lebih banyak terjadi pada usia lanjut, dengan keluhan utama seperti nyeri dada, kebutuhan pemberian warfarin lebih dari 7 hari, dosis warfarin yang paling banyak digunakan kurang dari 35 mg, dan gangguan seperti hipertensi serta diabetes melitus.Interaksi obat farmakokinetik menjadi yang paling banyak terjadi.Penelitian selanjutnya dianjurkan untuk dilakukan secara prospektif dan meminta kerjasama dokter dengan apoteker untuk memonitor interaksi obat pada pasien.

Dalam menyusul penelitian ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian prospektif dianjurkan untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai interaksi obat warfarin, sehingga dokter dan apoteker dapat memonitor efek samping yang lebih tepat. Ketika menjalankan terapi warfarin, pengawasan meningkat dalam penggunaan obat antihipertensi yang banyak digunakna di tengah kesulitan ini penting. Pemeriksaan INR harus dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa dosis warfarin tegat pas dengan dua faktor ini. Colaborasi antar profesi kesehatan dibutuhkan, mirip seperti penelitian mempertimbangkan interaksi obat dari infrastruktur laboratorium rumah sakit dengan tenaga ahli yang berguna. Pertimbangan tambahan juga harus dilakukan terhadap efek obat penambah kadar kolesterol yang berpotensi meningkatkan risiko tromboemboli dan persoalan yang terkait. Hal ini untuk meningkatkan penanganan interaksi obat, memastikan keamanan dan efektivitas terapi warfarin untuk pasien.

  1. Bleeding Complications in Warfarin-Treated Patients Admitted to the Emergency Department | Ozturk | Journal... doi.org/10.14740/jocmr3669Bleeding Complications in Warfarin Treated Patients Admitted to the Emergency Department Ozturk Journal doi 10 14740 jocmr3669
  2. Studi Potensi Interaksi Obat pada Resep Polifarmasi di Dua Apotek Kota Bandung | Reyaan | JURNAL MANAJEMEN... journal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/56931Studi Potensi Interaksi Obat pada Resep Polifarmasi di Dua Apotek Kota Bandung Reyaan JURNAL MANAJEMEN journal ugm ac jmpf article view 56931
  3. Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Pengetahuan dan Persepsi Pasien Penyakit Jantung Terapi Warfarin... doi.org/10.15416/ijcp.2017.6.4.282Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Pengetahuan dan Persepsi Pasien Penyakit Jantung Terapi Warfarin doi 10 15416 ijcp 2017 6 4 282
Read online
File size395.16 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test