SASTRA UNESSASTRA UNES
Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticPemahaman mendengarkan merupakan keterampilan dasar dalam pemerolehan bahasa, namun tetap menjadi salah satu aspek paling menantang bagi pelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Salah satu strategi yang diajukan untuk mendukung pengembangan kemampuan mendengarkan adalah pengulangan audio—memberi kesempatan kepada pelajar untuk mendengarkan materi audio lebih dari sekali guna membantu pemahaman dan retensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengulangan audio dalam meningkatkan keterampilan pemahaman mendengarkan siswa. Penelitian dilakukan terhadap 40 siswa kelas sebelas EFL di sebuah sekolah menengah atas di Indonesia, dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen mendapat instruksi mendengarkan dengan pengulangan audio (setiap audio diputar dua kali), sementara kelompok kontrol hanya mendengarkan materi yang sama satu kali. Tes awal dan tes akhir diberikan kepada kedua kelompok untuk mengukur peningkatan pemahaman mendengarkan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor tes akhir kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Siswa yang terpapar audio berulang menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap gagasan utama, detail spesifik, dan makna kontekstual. Selain itu, pengulangan membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa selama tugas mendengarkan. Wawancara dan kuesioner mendukung temuan kuantitatif, menunjukkan persepsi positif siswa terhadap pengulangan audio sebagai alat bantu belajar yang berguna. Temuan menyarankan bahwa penerapan pengulangan audio dalam instruksi kelas dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan pelajar EFL, khususnya dalam konteks dengan paparan bahasa Inggris yang terbatas. Guru dianjurkan menggunakan metode ini, terutama pada tingkat menengah, untuk membimbing pemahaman siswa dan mendorong keterlibatan aktif dengan teks lisan. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi jumlah optimal pengulangan dan dampaknya pada berbagai tingkat kemahiran.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengulangan audio secara signifikan meningkatkan kemampuan pemahaman mendengarkan siswa EFL di tingkat sekolah menengah atas.Kelompok eksperimen yang mendapat paparan audio dua kali menunjukkan peningkatan lebih besar dalam mengidentifikasi gagasan utama, detail spesifik, dan makna kontekstual dibandingkan kelompok kontrol.Metode ini juga mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memberikan dukungan kognitif serta afektif dalam pembelajaran mendengarkan.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi jumlah pengulangan audio yang paling optimal bagi siswa pada berbagai tingkat kemahiran bahasa, karena penelitian ini hanya menguji dua kali pengulangan dan belum menentukan apakah lebih dari dua kali dapat memberikan manfaat lebih atau justru menurunkan ketajaman mendengar. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas pengulangan audio yang dikendalikan secara mandiri oleh siswa melalui perangkat digital seperti aplikasi podcast atau video online, mengingat konteks belajar saat ini semakin bergeser ke lingkungan daring dan pembelajaran mandiri. Ketiga, perlu diteliti bagaimana pengulangan audio dapat dibandingkan atau dikombinasikan dengan strategi lain seperti penggunaan teks terjemahan (subtitel) atau alat bantu visual untuk melihat interaksi dan efektivitas gabungan strategi dalam meningkatkan pemahaman mendengarkan, karena dalam dunia nyata siswa sering menggunakan berbagai pendekatan sekaligus. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang desain intervensi mendengarkan yang adaptif, berbasis teknologi, dan kontekstual sesuai kebutuhan siswa. Selain itu, studi lanjutan sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu lebih lama dan dengan sampel yang lebih luas untuk melihat dampak jangka panjang dan generalisasi hasil. Dengan begitu, guru dan pengembang kurikulum dapat memiliki panduan berbasis bukti yang lebih kuat dalam merancang aktivitas mendengarkan yang efektif. Eksplorasi terhadap perbedaan respons antar individu juga penting, karena tidak semua siswa mungkin mendapat manfaat yang sama dari pengulangan audio. Penelitian masa depan dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya belajar, motivasi, dan latar belakang paparan bahasa Inggris. Hasil gabungan dari saran-saran tersebut akan memperkaya praktik pedagogis dan memperkuat kerangka strategi pembelajaran mendengarkan yang berkelanjutan.
| File size | 391.02 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
SASTRA UNESSASTRA UNES Dalam periode modern (abad ke-19 hingga sekarang), pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Secara keseluruhan, pembaruanDalam periode modern (abad ke-19 hingga sekarang), pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Secara keseluruhan, pembaruan
PNLPNL Pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perubahan pada rumah turbin, nozzle, outlet, penempatan rumah bearing, dan runner turbin. PHPPPengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perubahan pada rumah turbin, nozzle, outlet, penempatan rumah bearing, dan runner turbin. PHPP
PNLPNL Untuk meningkatkan kinerja mereka, diperlukan desain inovatif, aplikasi canggih, dan geometri yang dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi perpindahanUntuk meningkatkan kinerja mereka, diperlukan desain inovatif, aplikasi canggih, dan geometri yang dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi perpindahan
UNIBABWIUNIBABWI Penggunaan bahasa sebagai sarana komunikasi pada hakikatnya melibatkan tantangan, terutama dalam menguasai ekspresi lisan untuk pemahaman yang efektif.Penggunaan bahasa sebagai sarana komunikasi pada hakikatnya melibatkan tantangan, terutama dalam menguasai ekspresi lisan untuk pemahaman yang efektif.
UPERTISUPERTIS Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasy experiment two groups pre-post test design. Populasi penelitian adalah pasangan usia suburJenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasy experiment two groups pre-post test design. Populasi penelitian adalah pasangan usia subur
UPERTISUPERTIS Penerapan teamwork harus didukung oleh metode dan komunikasi yang sesuai dengan budaya organisasi rumah sakit. Diskusi terkait gagasan dan ide pengembanganPenerapan teamwork harus didukung oleh metode dan komunikasi yang sesuai dengan budaya organisasi rumah sakit. Diskusi terkait gagasan dan ide pengembangan
UMMUBAUMMUBA Ada 12 orang mahasiswa (66,67%) yang memiliki kesulitan dalam menyusun ide, 16 orang mahasiswa (88,89%) memiliki kesulitan dalam mengunakan tatabahasaAda 12 orang mahasiswa (66,67%) yang memiliki kesulitan dalam menyusun ide, 16 orang mahasiswa (88,89%) memiliki kesulitan dalam mengunakan tatabahasa
UMMUBAUMMUBA Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak libat cakap, teknikMetode pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak libat cakap, teknik
Useful /
UNPARUNPAR Banyak negara membuka diri terhadap arus modal dan komoditas sebagai bagian dari globalisasi. Di sisi lain, banyak negara melihat migrasi, yang terkaitBanyak negara membuka diri terhadap arus modal dan komoditas sebagai bagian dari globalisasi. Di sisi lain, banyak negara melihat migrasi, yang terkait
PNLPNL Simulasi komposit serat alami yang diperkuat tunggal menggunakan metode elemen hingga telah berhasil dilakukan. Distribusi tegangan maksimum pada kompositSimulasi komposit serat alami yang diperkuat tunggal menggunakan metode elemen hingga telah berhasil dilakukan. Distribusi tegangan maksimum pada komposit
UGMUGM Penelitian ini mengeksplorasi dampak fleksibilitas keuangan perusahaan terhadap efektivitas investasinya. Jumlah perusahaan yang memiliki fleksibilitasPenelitian ini mengeksplorasi dampak fleksibilitas keuangan perusahaan terhadap efektivitas investasinya. Jumlah perusahaan yang memiliki fleksibilitas
UGMUGM Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja model volatilitas stokastik dalam memperkirakan volatilitas tingkat pengembalian nilai tukar asing menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja model volatilitas stokastik dalam memperkirakan volatilitas tingkat pengembalian nilai tukar asing menggunakan