UMPALOPOUMPALOPO

Voice of MidwiferyVoice of Midwifery

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Asupan gizi merupakan subtansi makanan yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Dalam penanganan stunting melalui intervensi gizi spesifik diperlukan peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu permasalahan pembangunan kesehatan yang sampai saat ini masih merupakan prioritas permasalahan disuatu negara, baik di tingkat internasional, nasional dan lokal, karena berdampak pada generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang kelak dihasilkan, termasuk di kota palopo. Jenis penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-postest. Model intervensi yang diberikan adalah konseling dengan pendekatan behavior. Teknik penarikan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0,000 < nilai α = 0,05. Hal ini berarti konseling melalui pendekatan behaviour memiliki implikasi terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita stunting. Ada Penerapan konseling behavior (perilaku) memiliki implikasi yang positif terhadap peningkatan asupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) pada balita stunting di Kota Palopo (ρ < 0,05).

Berdasarkan pemasalahan, tujuan, dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling behavior (perilaku) memiliki implikasi yang positif terhadap peningkatan asupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) pada balita stunting di Kota Palopo (ρ < 0,05).

Untuk penelitian lanjutan, penting untuk memperkuat bukti efektivitas konseling perilaku dalam mengatasi stunting. Salah satu arah bisa berupa penelitian komparatif yang lebih mendalam, misalnya dengan menyertakan kelompok kontrol atau menggunakan desain eksperimen acak terkontrol. Ini akan membantu kita memastikan bahwa peningkatan asupan makronutrien memang disebabkan oleh konseling perilaku dan bukan faktor lain, sekaligus melihat dampak jangka panjangnya terhadap status gizi dan perkembangan balita. Selanjutnya, karena stunting adalah masalah yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan dan sosial, studi dapat diperluas untuk mengidentifikasi bagaimana konseling perilaku dapat diadaptasi dan diterapkan secara efektif di berbagai daerah dengan latar belakang budaya serta sosial-ekonomi yang berbeda di Indonesia. Kita bisa mencari tahu elemen-elemen konseling mana yang paling krusial dan bagaimana masyarakat setempat bisa lebih dilibatkan agar program ini lebih mudah diterima dan dijalankan. Terakhir, mengingat bahwa asupan gizi hanya salah satu aspek dari penanganan stunting, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana konseling perilaku ini bisa dikombinasikan dengan intervensi lain yang juga penting, seperti perbaikan sanitasi, edukasi tentang praktik kebersihan, atau program dukungan ekonomi bagi keluarga. Dengan demikian, kita bisa merancang strategi penanganan stunting yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, memastikan bahwa balita tidak hanya mendapatkan gizi yang cukup tetapi juga tumbuh optimal dalam lingkungan yang sehat dan mendukung.

  1. "Penerapan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Gizi terhadap Perilaku Sa" by Ratu Ayu Dewi Sartika.... scholarhub.ui.ac.id/kesmas/vol7/iss2/5Penerapan Komunikasi Informasi dan Edukasi Gizi terhadap Perilaku Sa by Ratu Ayu Dewi Sartika scholarhub ui ac kesmas vol7 iss2 5
  2. Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita | Jurnal Kesehatan. asupan gizi... ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK/article/view/960Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita Jurnal Kesehatan asupan gizi ejurnal poltekkes tjk ac index php JK article view 960
  3. Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan | Sari | Jurnal... journal.ugm.ac.id/jgki/article/view/23111Asupan protein kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24 59 bulan Sari Jurnal journal ugm ac jgki article view 23111
Read online
File size261.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test