UMLUML

Psyche: Jurnal PsikologiPsyche: Jurnal Psikologi

Mitigasi ketertinggalan pembelajaran atau learning loss akibat pandemi dilakukan dengan menyederhanakan kurikulum berupa kurikulum merdeka belajar yang sudah mulai diimplementasikan pada tahun 2022. Melalui kurikulum merdeka belajar, diharapkan guru bisa memiliki otonomi dalam mendesain dan menentukan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kinerja seiring dengan meningkatnya kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh otonomi terhadap kinerja melalui variabel mediasi yaitu kesejahteraan psikologis. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah Guru SMA yang menyelenggarakan kurikulum merdeka belajar di Kota Bandung diambil menggunakan teknik sampling yaitu proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan verifikatif menggunakan uji mediasi Sobel test. Hasil analisis menunjukkan bahwa otonomi dapat berpengaruh langsung terhadap kinerja dan dapat juga berpengaruh tidak langsung melalui kesejahteraan psikologi sebagai mediasi dengan besar pengaruh langsung yaitu 0,010. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian t-hitung > t-tabel (3,149 > 1,984) maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan koefisien mediasi sebesar 1,702 signifikan, artinya terdapat pengaruh signifikan antara otonomi (X) terhadap kinerja (Y) melalui mediasi kesejahteraan psikologi (Z).

Hasil penelitian terhadap 100 guru yang mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar diperoleh kesimpulan bahwa kesejahteraan psikologis (Z) memediasi secara simultan antara pengaruh otonomi (X) terhadap kinerja (Y) pada guru yang mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar.Selain itu, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara otonomi (X) terhadap kinerja (Y) pada guru yang berarti semakin tinggi otonomi yang dimiliki, maka akan semakin tinggi pula kinerjanya.Kemudian, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara otonomi (X) terhadap kesejahteraan psikologis (Z) pada guru yang berarti semakin tinggi otonomi yang dimiliki, maka kesejahteraan psikologis yang dirasakan akan semakin tinggi pula.Terakhir, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kesejahteraan psikologis (Z) terhadap kinerja (Y) pada guru yang berarti semakin tinggi kesejahteraan psikologis yang dimiliki, maka akan semakin tinggi kinerja yang dirasakan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor kontekstual, seperti dukungan dari kepala sekolah dan rekan kerja, yang dapat memoderasi hubungan antara otonomi dan kesejahteraan psikologis guru. Hal ini penting untuk memahami bagaimana lingkungan kerja dapat memengaruhi efektivitas otonomi dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis guru melalui peningkatan otonomi. Intervensi ini dapat berupa pelatihan kepemimpinan, program mentoring, atau pengembangan sistem penghargaan yang mengakui dan menghargai inisiatif guru. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak jangka panjang dari kurikulum merdeka belajar terhadap kesejahteraan psikologis dan kinerja guru, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti beban kerja, tekanan kinerja, dan perubahan peran guru. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai efektivitas kurikulum merdeka belajar dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan di Indonesia.

  1. The importance of autonomy support and the mediating role of work motivation for well‐being:... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ijop.12110The importance of autonomy support and the mediating role of work motivation for wellyAAAabeing onlinelibrary wiley doi 10 1002 ijop 12110
Read online
File size402.62 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test