ITKAITKA

Aspiration of Health JournalAspiration of Health Journal

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit paru yang ditandai dengan obstruksi kronis aliran udara di paru yang mengganggu pernapasan normal dan menjadi salah satu penyebab kematian. Merokok dikatakan sebagai faktor risiko utama terjadinya PPOK. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi. Keluhan yang sering muncul pada pasien penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) adalah sesak napas, produksi sputum meningkat dan keterbatasan aktivitas. Tindakan yang bisa dilakukan untuk penderita PPOK adalah dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Penerapan pada pasien PPOK secara non farmakologi antara lain adalah terapi oksigen, latihan napas dalam, latihan batuk efektif, serta fisioterapi dada (Clapping). Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah pre experiment dengan one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita PPOK yang berkunjung ke IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor metode sampling non probability dengan teknik accidental sampling sebanyak 50 orang.

Distribusi frekuensi saturasi oksigen pada responden sebelum teknik clapping dari 50 responden diperoleh hasil nilai tendensi sentral sebelum (pretest) yaitu mean sebesar 91,34%.dan saturasi oksigen sesudah (posttest) yaitu mean sebesar 95,52%.Diperoleh hasil uji normalitas saturasi oksigen sebelum dengan nilai-p sebesar 0,098.

Berdasarkan hasil penelitian, teknik clapping terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien PPOK. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan desain pre-experiment dengan one group pretest and posttest design. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi dengan desain eksperimental yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial, untuk membandingkan efek teknik clapping dengan intervensi lain atau tanpa intervensi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi yang lebih besar dan beragam, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi saturasi oksigen, seperti kondisi fisik pasien, riwayat penyakit, dan pengobatan yang sedang dijalani. Dengan demikian, dapat diperoleh temuan yang lebih komprehensif dan dapat diterapkan dalam praktik klinis untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien PPOK.

  1. Effect of Postural Drainage and Deep Breathing-Cough Exercises on Oxygen Saturation, Triflo Volume and... doi.org/10.29333/jcei/11269Effect of Postural Drainage and Deep Breathing Cough Exercises on Oxygen Saturation Triflo Volume and doi 10 29333 jcei 11269
  2. PENGARUH TEKNIK CLAPPING DAN RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PPOK DI IGD... doi.org/10.55681/aohj.v1i2.101PENGARUH TEKNIK CLAPPING DAN RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PPOK DI IGD doi 10 55681 aohj v1i2 101
Read online
File size285.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test