DPRDPR
Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah SosialAspirasi: Jurnal Masalah-masalah SosialBanjir hampir terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di Bengkulu. Penyebab banjir di Bengkulu lebih dikarenakan faktor perilaku manusia, yaitu alih fungsi lahan yang masif. Padahal Undang-Undang tentang Penataan Ruang (UU Penataan Ruang) sudah mengatur bagaimana pemanfaatan ruang seharusnya dilakukan dan bagaimana pengendaliannya. Di sisi lain, saat ini pemerintah berencana akan mengubah aturan mengenai penataan ruang ini untuk mempermudah perizinan dalam investasi melalui RUU tentang Cipta Kerja. RUU mengatur kewenangan penataan ruang merupakan kewenangan pemerintah pusat. Permasalahannya adalah bagaimana pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan di Bengkulu dan bagaimana dengan pengawasan pengendalian pemanfaatan ruang nantinya jika kewenangan penataan ruang dipusatkan di pemerintah pusat? Studi literatur digunakan untuk mengkaji dan hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu belum melakukan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana yang diatur dalam UU Penataan Ruang. Terbukti hanya melakukan review RTRW Provinsi Bengkulu tanpa melakukan penegakan hukum atas pelanggaran pemanfaatan ruang. Di sisi lain, audit tata ruang yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jika kewenangan penataan ruang dipusatkan ke pemerintah pusat, sebagaimana disebutkan dalam RUU Cipta Kerja, dikhawatirkan penyalahgunaan pemanfaatan ruang di daerah semakin meningkat. Demikian juga dengan kejadian banjir sebagai dampak dari meningkatnya kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai peruntukan dan fungsinya. Oleh karena itu, perlu kiranya ditinjau kembali mengenai rencana mencabut kewenangan penataan ruang di tingkat kabupaten/kota dan di tingkat pemerintah provinsi dalam RUU Cipta Kerja.
Penelitian ini menunjukkan bahwa banjir di Bengkulu disebabkan oleh faktor perilaku manusia, terutama alih fungsi lahan yang masif.Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana diatur dalam UU Penataan Ruang belum berjalan efektif, terbukti dengan minimnya penegakan hukum dan audit tata ruang yang tidak optimal.Rencana pemusatan kewenangan penataan ruang pada pemerintah pusat dalam RUU Cipta Kerja berpotensi meningkatkan penyalahgunaan lahan dan memperparah kerusakan lingkungan, sehingga perlu ditinjau kembali.
Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas instrumen hukum yang ada dalam mencegah alih fungsi lahan di kawasan resapan air. Penelitian ini dapat difokuskan pada analisis kesenjangan antara regulasi dan implementasi di lapangan, serta identifikasi faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum terkait tata ruang. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai dampak sosio-ekonomi dari kebijakan pemusatan kewenangan penataan ruang terhadap masyarakat lokal dan potensi peningkatan risiko bencana di daerah. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Terakhir, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengembangkan model pengelolaan tata ruang berbasis masyarakat yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian pemanfaatan ruang, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana.
- Kajian Degradasi Lahan Sebagai Dasar Pengendalian Banjir di DAS Juwana | Miardini | Majalah Geografi... journal.ugm.ac.id/mgi/article/view/15633Kajian Degradasi Lahan Sebagai Dasar Pengendalian Banjir di DAS Juwana Miardini Majalah Geografi journal ugm ac mgi article view 15633
- ARAHAN KEBIJAKAN MITIGASI PADA ZONA RAWAN BANJIR KABUPATEN LIMAPULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT |... doi.org/10.29244/jpsl.8.2.251-257ARAHAN KEBIJAKAN MITIGASI PADA ZONA RAWAN BANJIR KABUPATEN LIMAPULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT doi 10 29244 jpsl 8 2 251 257
- DAMPAK PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP KEMAMPUAN RESAPAN AIR (KASUS: KOTA SAMARINDA) | Warsilan | Jurnal... ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/20713DAMPAK PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP KEMAMPUAN RESAPAN AIR KASUS KOTA SAMARINDA Warsilan Jurnal ejournal undip ac index php pwk article view 20713
- Conformity of Land Use with Spatial Pattern and Direction of Green Open Space Development in South Bengkulu... doi.org/10.29244/jitl.21.1.21-29Conformity of Land Use with Spatial Pattern and Direction of Green Open Space Development in South Bengkulu doi 10 29244 jitl 21 1 21 29
| File size | 257.08 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUBLITARUNUBLITAR Untuk biaya produksi, perhitungan dengan metode EPQ lebih efisien dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh PG. Rata-rata biaya produksi menurutUntuk biaya produksi, perhitungan dengan metode EPQ lebih efisien dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh PG. Rata-rata biaya produksi menurut
UNTAG SMDUNTAG SMD Keberhasilan sistem agroforestri sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak yang memiliki kepentingan langsung dengan pihak yang memiliki kewenanganKeberhasilan sistem agroforestri sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak yang memiliki kepentingan langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan
STPNSTPN Penelitian ini menilai kualitas tanah di bawah kondisi serasah yang berbeda serta menginterpretasikan temuan dalam kaitannya dengan fungsi lahan dan perencanaanPenelitian ini menilai kualitas tanah di bawah kondisi serasah yang berbeda serta menginterpretasikan temuan dalam kaitannya dengan fungsi lahan dan perencanaan
ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU Ketimpangan ini dapat ditemukan dalam berbagai aspek, mulai dari keterbatasan informasi hukum, kurangnya representasi hukum, hingga ketidakseimbangan perlindunganKetimpangan ini dapat ditemukan dalam berbagai aspek, mulai dari keterbatasan informasi hukum, kurangnya representasi hukum, hingga ketidakseimbangan perlindungan
UNTADUNTAD Pelaksanaan Beliatn Sentiu menjadi pusat aktivitas masyarakat baik secara ekonomis maupun sosial. Semarak yang menyertai kegiatan ini seperti gotong royongPelaksanaan Beliatn Sentiu menjadi pusat aktivitas masyarakat baik secara ekonomis maupun sosial. Semarak yang menyertai kegiatan ini seperti gotong royong
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Antara 1997–2014, 303 km² PF terkonversi menjadi BU, dan antara 2014–2021, tambahan 308 km² mengalami konversi serupa; sekaligus terjadi penurunanAntara 1997–2014, 303 km² PF terkonversi menjadi BU, dan antara 2014–2021, tambahan 308 km² mengalami konversi serupa; sekaligus terjadi penurunan
MAHADEWAMAHADEWA Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berperan dalam pengendalian pencemaran lingkungan kawasan pesisir pantai pada kawasan ekowisata KuranjiHasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berperan dalam pengendalian pencemaran lingkungan kawasan pesisir pantai pada kawasan ekowisata Kuranji
UNIRAUNIRA Observasi dilakukan di 5 kecamatan dengan sampel 7 kelurahan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari total 57 kelurahan,Observasi dilakukan di 5 kecamatan dengan sampel 7 kelurahan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari total 57 kelurahan,
Useful /
ARIPAFIARIPAFI Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi etika tanggung jawab Emmanuel Levinas tentang the Other bagi pembentukan karakter digital peserta didikPenelitian ini bertujuan menganalisis relevansi etika tanggung jawab Emmanuel Levinas tentang the Other bagi pembentukan karakter digital peserta didik
UNTAG SMDUNTAG SMD Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota KTH terhadap IUP-HKM secara umum setuju, bahwa terdapat adanya pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaanHasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota KTH terhadap IUP-HKM secara umum setuju, bahwa terdapat adanya pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan
UNZAHUNZAH Dalam teori bahasa, terdapat perbedaan antara aliran struktural dan transformatif-generatif, terutama dalam prinsip pengajaran bahasa. Pemahaman konsepDalam teori bahasa, terdapat perbedaan antara aliran struktural dan transformatif-generatif, terutama dalam prinsip pengajaran bahasa. Pemahaman konsep
UNZAHUNZAH Masalah pendidikan Islam dalam konteks saat ini, mulai dari aspek fondasional hingga operasional, belum sepenuhnya terpecahkan. Manajemen pendidikan IslamMasalah pendidikan Islam dalam konteks saat ini, mulai dari aspek fondasional hingga operasional, belum sepenuhnya terpecahkan. Manajemen pendidikan Islam