STPNSTPN
BHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanDesa Dayurejo, yang terletak di lereng Gunung Arjuno, merupakan bentang lahan agraria dengan berbagai tata guna lahan—hutan jati, agroforestri, perkebunan pisang dan kopi, serta hutan produksi—yang bersaing memperebutkan ruang dan membentuk kondisi tanah. Penelitian ini menilai kualitas tanah di bawah kondisi serasah yang berbeda serta menginterpretasikan temuan dalam kaitannya dengan fungsi lahan dan perencanaan spasial tingkat desa. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel tanah diambil dari lapisan tanah atas (0–30 cm) dan lapisan bawah (30–60 cm) di lima jenis tata guna lahan, lalu dianalisis berdasarkan tekstur, porositas, pH, dan bahan organik. Ketebalan serasah, pH, dan kadar air juga diukur. Hasil menunjukkan bahwa semua tata guna lahan memiliki tanah asam dengan kandungan C-organik sangat rendah (<0,60%) dan lapisan serasah yang umumnya kering, sehingga membatasi proses dekomposisi. Agroforestri dan kawasan hutan mempertahankan porositas yang relatif tinggi dan lapisan serasah tebal, mendukung perannya sebagai kawasan proteksi hidrologis dan zona penyangga, sementara kawasan pisang, kopi, dan jati menunjukkan tanda-tanda pemadatan dan degradasi, sehingga memerlukan rehabilitasi terarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi indikator kualitas tanah ke dalam zonasi desa dan pengelolaan agraria sangat penting untuk perencanaan lahan dan spasial yang berkelanjutan di Desa Dayurejo.
Kualitas tanah di Desa Dayurejo sangat dipengaruhi oleh tata guna lahan dan kondisi serasah.Secara umum, tanah di semua tata guna lahan bersifat asam dan rendah karbon organik, dengan lapisan serasah yang seringkali terlalu kering dan asam untuk mendukung dekomposisi yang efektif.Agroforestri menunjukkan struktur tanah paling baik dengan porositas tinggi, sedangkan lahan perkebunan pisang dan kopi mengalami pemadatan, terutama di lapisan bawah tanah.
Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji penerapan sistem agroforestri campuran secara eksperimental di lahan perkebunan kopi dan pisang untuk melihat pengaruhnya terhadap peningkatan porositas tanah, kandungan bahan organik, dan aktivitas mikroorganisme dalam jangka menengah. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang dampak rotasi tanaman legum sebagai tanaman penutup tanah pada lahan jati terhadap akumulasi serasah, kelembaban lapisan organik, dan dinamika pemulihan kualitas tanah bagian atas. Ketiga, penting untuk mengkaji secara sistematis efektivitas zonasi fungsional spasial—seperti penetapan zona penyangga hidrologis berbasis agroforestri dan hutan—dalam menekan laju erosi dan memperbaiki kualitas tanah di tingkat mikro-das, dengan membandingkan desa yang menerapkan dan tidak menerapkan perencanaan seperti ini. Penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk kebijakan pengelolaan lahan berbasis ekosistem, membantu masyarakat dan pemerintah desa merancang sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan tanpa mengorbankan produktivitas atau fungsi ekologis utama.
| File size | 552.02 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Desa Agrowisata Nganggring telah memanfaatkan Google Profile Business dan media sosial untuk pemasaran, namun upaya ini masih sporadis, kurang konsisten,Desa Agrowisata Nganggring telah memanfaatkan Google Profile Business dan media sosial untuk pemasaran, namun upaya ini masih sporadis, kurang konsisten,
DINASTIREVDINASTIREV Studi ini mengulas praktik penyerobotan tanah tanpa izin di Kabupaten Subang yang dianalisis melalui Putusan Pengadilan Negeri Subang Nomor 3/Pid. C/2021/PN.Studi ini mengulas praktik penyerobotan tanah tanpa izin di Kabupaten Subang yang dianalisis melalui Putusan Pengadilan Negeri Subang Nomor 3/Pid. C/2021/PN.
UPN VeteranUPN Veteran Permasalahan yang diangkat ialah sejauh mana kebijakan ini berjalan sesuai regulasi dan bagaimana respon para aktor yang terlibat. Metode yang digunakanPermasalahan yang diangkat ialah sejauh mana kebijakan ini berjalan sesuai regulasi dan bagaimana respon para aktor yang terlibat. Metode yang digunakan
UNPERBAUNPERBA Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan interaktif yang meliputi presentasi, studi kasus, simulasi, dan Focus Group Discussion (FGD), serta kegiatanKegiatan ini menggunakan metode penyuluhan interaktif yang meliputi presentasi, studi kasus, simulasi, dan Focus Group Discussion (FGD), serta kegiatan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI kelas tutupan lahan pada kawasan hutan produksi terbatas Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi berupa hutan primer, hutan sekunder, dan semak belukar yang mengalamikelas tutupan lahan pada kawasan hutan produksi terbatas Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi berupa hutan primer, hutan sekunder, dan semak belukar yang mengalami
UMPRUMPR Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif menjadi metode penelitian ini. Dalam temuan hasil penelitian tergambarkan bahwa sektor pertanian sudah memberikanMetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif menjadi metode penelitian ini. Dalam temuan hasil penelitian tergambarkan bahwa sektor pertanian sudah memberikan
UNIKOMUNIKOM Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan regresi secara parsial didapatkan produk/merchandise, suasana toko dan pelayanan pelanggan berpengaruh danHasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan regresi secara parsial didapatkan produk/merchandise, suasana toko dan pelayanan pelanggan berpengaruh dan
UNIKOMUNIKOM Sementara itu, dua variabel lainnya, engaging work dan workplace climate, tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Manajer disarankan fokusSementara itu, dua variabel lainnya, engaging work dan workplace climate, tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Manajer disarankan fokus
Useful /
STPNSTPN Hal ini bertentangan dengan pandangan Ulpianus dan Vegting, yang berpendapat bahwa negara, melalui hubungan hukum khusus, dapat memegang kepemilikan tanahHal ini bertentangan dengan pandangan Ulpianus dan Vegting, yang berpendapat bahwa negara, melalui hubungan hukum khusus, dapat memegang kepemilikan tanah
STPNSTPN The findings highlight the urgency of strengthening PBB–PBT integration through harmonized mapping standards, centralized geospatial databases, systematicThe findings highlight the urgency of strengthening PBB–PBT integration through harmonized mapping standards, centralized geospatial databases, systematic
RAHARJARAHARJA Aplikasi juga diurai dengan rincian database yang diperlukan serta flowchart diagram. Dengan metodologi PHS ini dapat menjadi sebuah evaluasi terkini dalamAplikasi juga diurai dengan rincian database yang diperlukan serta flowchart diagram. Dengan metodologi PHS ini dapat menjadi sebuah evaluasi terkini dalam
UPN VeteranUPN Veteran Sedangkan dalam sisi status hukum hal ini tidak memberikan perlindungan hukum terhadap pihak yang terkait. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitianSedangkan dalam sisi status hukum hal ini tidak memberikan perlindungan hukum terhadap pihak yang terkait. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian