UNTAG SMDUNTAG SMD

Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Konversi lahan hutan lindung menjadi lahan pertanian semusim di Desa Giri Mulyo, Kabupaten Lampung Timur, berpotensi menurunkan fungsi ekosistem dan memicu berbagai masalah lingkungan. Sebagai solusi, sistem agroforestri komoditas alpukat diperkenalkan melalui program rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Way Seputih Way Sekampung pada tahun 2020. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran stakeholder dalam mendukung pemanfaatan lahan sistem agroforestri komoditas alpukat di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur dalam mengembalikan fungsi lahan Register 38 untuk dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang berada di dalam kawasan register di Provinsi Lampung. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deduktif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder terbagi menjadi tiga kategori, yaitu primer, sekunder, dan kunci. Peran mereka dikelompokkan menjadi pembuat kebijakan, koordinator, fasilitator, pelaksana, dan akselerator. Tingkat kepentingan dan kekuasaan stakeholder dipengaruhi oleh keterlibatan mereka dalam kegiatan agroforestri, kepemilikan akses terhadap sumber daya, dan pengaruh terhadap pengambilan keputusan. Keberhasilan sistem agroforestri sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak yang memiliki kepentingan langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan legal. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dalam perencanaan pengembangan pasar dan infrastruktur pascapanen, serta keterlibatan pihak swasta dalam bentuk investasi, inovasi produk olahan, dan kemitraan dengan petani untuk mendukung keberlanjutan sistem agroforestri di kawasan hutan lindung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem agroforestri komoditas alpukat di Desa Giri Mulyo melibatkan berbagai stakeholder dengan peran, kepentingan, dan kekuasaan yang beragam dalam mendukung pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.Penerapan sistem ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan petani, pemulihan fungsi ekologi lahan hutan, serta pengurangan konflik tenurial antara masyarakat dan pemerintah atas lahan Register 38.Analisis stakeholder mengungkap pentingnya pendekatan kolaboratif dan multi-pihak yang melibatkan pembuat kebijakan, pelaksana, dan akselerator untuk menjamin keberlanjutan sistem agroforestri.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji efektivitas kemitraan antara petani dengan pihak swasta dalam pengolahan dan pemasaran produk alpukat hasil agroforestri, untuk mengetahui bagaimana kolaborasi ini dapat meningkatkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi petani. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengaruh kebijakan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sistem agroforestri, khususnya dalam alokasi anggaran dan pendampingan teknis, untuk memahami bagaimana regulasi lokal dapat diperkuat guna mendukung skema pengelolaan berbasis masyarakat. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang partisipasi generasi muda dan perempuan dalam sistem agroforestri, untuk mengeksplorasi potensi mereka sebagai agen perubahan dalam inovasi agraris dan ketahanan ekosistem di kawasan hutan lindung. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan fokus pada aspek ekonomi, kebijakan, dan sosial yang saling terkait dalam keberlanjutan agroforestri. Dengan memahami dinamika kemitraan, dukungan kebijakan, dan keterlibatan kelompok rentan, maka sistem agroforestri dapat dirancang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan yang lebih terfokus dan efektif bagi pelaku agroforestri di wilayah register. Kombinasi ketiga arah penelitian ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang model tata kelola yang holistik dan berkelanjutan.

  1. Vol 21, No 1 (2022). https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/312Vol 21 No 1 2022 https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis ejurnal untag smd ac index php AG issue view 312
Read online
File size526.37 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test