UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sediaan bahan baku tebu dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ) pada proses produksi gula pasir di PT. Sinergi Gula Nusantara Mojokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis pengaruh persediaan bahan baku tebu terhadap kelancaran produksi gula pasir, (2) menganalisis jumlah persediaan bahan baku yang optimal secara ekonomis untuk setiap hari produksi, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi biaya persediaan bahan baku dalam setiap hari produksi di PG. Gempolkrep. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode EPQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelancaran produksi di PG. Gempolkrep terganggu akibat tidak terpenuhinya kebutuhan bahan baku tebu, yang disebabkan oleh beralihnya fungsi lahan, terutama persawahan tebu di wilayah Mojokerto. Akibatnya, pasokan bahan baku PG. Gempolkrep tidak tercukupi. Selain itu, perhitungan kuantitas produksi dengan metode EPQ menunjukkan perbandingan yang signifikan dengan kebijakan perusahaan. Hasil kuantitas produksi berdasarkan kebijakan perusahaan masih di bawah target produksi harian rata-rata, yaitu kurang dari 600 ton per hari, sementara perhitungan EPQ menghasilkan kuantitas produksi antara 600-700 ton per hari, yang lebih tinggi daripada target tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa PG. Gempolkrep belum optimal dalam produksinya. Untuk biaya produksi, perhitungan dengan metode EPQ lebih efisien dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh PG. Gempolkrep. Rata-rata biaya produksi menurut PG. Gempolkrep adalah Rp. 23.785.399, sementara menurut perhitungan EPQ adalah Rp. 22.574.245, menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 1.211.154. Dari hasil perhitungan ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode EPQ lebih hemat dan efisien dalam mengelola biaya produksi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan bahan baku tebu yang tidak terpenuhi menghambat kelancaran produksi gula pasir di PG.Analisis menunjukkan bahwa kuantitas produksi harian PG.Gempolkrep belum optimal dibandingkan dengan hasil perhitungan metode EPQ.Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan PG.Gempolkrep belum mencapai tingkat efisiensi yang optimal, dengan metode EPQ menawarkan potensi penghematan biaya.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai diversifikasi sumber bahan baku tebu, tidak hanya bergantung pada petani lokal di Mojokerto, tetapi juga menjalin kerjasama dengan petani dari daerah lain untuk memastikan pasokan yang stabil. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai implementasi teknologi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas lahan tebu yang ada, sehingga dapat meningkatkan rendemen dan mengurangi ketergantungan pada perluasan lahan. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model optimasi persediaan yang lebih kompleks, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti fluktuasi harga tebu, biaya transportasi, dan kondisi cuaca, untuk mencapai efisiensi biaya produksi yang lebih tinggi dan meningkatkan daya saing PG. Gempolkrep di pasar gula nasional.

  1. Analisis Sediaan Bahan Baku Tebu Menggunakan Metode EPQ Pada Produksi Gula di PG. Gempolkrep Mojokerto... doi.org/10.28926/briliant.v11i1.2199Analisis Sediaan Bahan Baku Tebu Menggunakan Metode EPQ Pada Produksi Gula di PG Gempolkrep Mojokerto doi 10 28926 briliant v11i1 2199
  2. Pengelolaan dan Analisis Nilai Tambah By-Products Industri Gula (Studi Kasus di Pabrik Gula Gempolkrep,... doi.org/10.18343/jipi.26.3.400Pengelolaan dan Analisis Nilai Tambah By Products Industri Gula Studi Kasus di Pabrik Gula Gempolkrep doi 10 18343 jipi 26 3 400
Read online
File size238.03 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test