DPRDPR

Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah SosialAspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial

Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro dapat menjadi sebuah instrumen dalam penanggulangan kemiskinan. Pengembangan usaha mikro tidak dapat berjalan sendiri, karenanya perlu mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah. Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah kredit usaha rakyat (KUR) yang hingga saat ini telah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui dampak KUR pada sektor usaha mikro; dan (2) Untuk mengetahui dampak pengembangan usaha mikro terhadap penanggulangan kemiskinan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan bahwa narasumber atau informan dianggap paling tahu tentang objek permasalahan penelitian ini (key informant). Adapun informannya terdiri dari pejabat pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa KUR memiliki dampak positif terhadap pengembangan usaha mikro di Kota Makassar dan pengembangan usaha mikro memiliki dampak positif terhadap penanggulangan kemiskinan.

KUR memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha mikro di Kota Makassar melalui peran pemerintah daerah dan lembaga penyalur dalam sosialisasi, pendampingan, dan kemudahan akses pinjaman.Pengembangan usaha mikro yang didukung oleh KUR turut meningkatkan taraf hidup pelaku usaha, menambah omzet, tenaga kerja, dan aset, sehingga berkontribusi terhadap penanggulangan kemiskinan.Namun, keberlanjutan usaha mikro perlu didukung oleh peningkatan kapasitas pelaku usaha dan strategi pasar yang sesuai dengan permintaan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas pendampingan pasca-penyaluran KUR terhadap kemampuan pelaku usaha mikro dalam mengelola keuangan dan mengembangkan strategi pemasaran. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh kualitas sumber daya manusia pelaku usaha mikro, termasuk tingkat pendidikan dan pelatihan yang pernah diterima, terhadap keberlanjutan usaha setelah memperoleh KUR. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang kesesuaian jenis usaha mikro penerima KUR dengan kebutuhan dan permintaan pasar lokal, guna mengurangi risiko kegagalan usaha akibat ketidaksesuaian produk. Studi-studi tersebut dapat memberi gambaran lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat dampak KUR, serta membantu merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Fokus pada aspek pendampingan, kapasitas pelaku, dan analisis pasar dapat melengkapi temuan penelitian ini dan mendukung kebijakan yang lebih berkelanjutan. Selain itu, pendekatan kuantitatif dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana peningkatan omzet atau penyerapan tenaga kerja berkorelasi langsung dengan jumlah pinjaman KUR. Idealnya, penelitian lanjutan melibatkan pembandingan antar wilayah atau sektor usaha untuk menilai variasi dampak KUR. Penelitian juga bisa menggali peran perempuan sebagai penerima KUR dan dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga. Seluruh saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme pemberdayaan ekonomi melalui akses kredit. Hasilnya diharapkan dapat mendukung perbaikan program KUR dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat miskin secara lebih efektif.

Read online
File size241.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test