LOCUSMEDIALOCUSMEDIA

Locus: Jurnal Konsep Ilmu HukumLocus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum

Tingginya angka perceraian di wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama di bawah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menimbulkan keprihatinan serius terhadap hak-hak keperdataan anak pasca perceraian. Dalam banyak kasus, hak anak atas nafkah, pendidikan, kesehatan, dan perwalian sering kali diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dalam putusan hukum yang berkaitan dengan hak-hak keperdataan anak setelah perpisahan orang tua. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan studi perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan lemahnya perlindungan hukum secara substantif dalam pertimbangan hukum hakim, khususnya pada aspek hadhanah, nafkah, dan perwalian anak. Meskipun beberapa putusan telah memuat perlindungan formal atas hak anak, namun implementasi dan pelaksanaan putusan sering kali tidak efektif. Studi ini merekomendasikan perlunya reformasi kelembagaan untuk memperkuat daya guna norma hukum dalam melindungi hak-hak anak pasca perceraian.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kerangka hukum yang komprehensif untuk melindungi hak-hak anak setelah perceraian, terdapat inkonsistensi dan kesenjangan penegakan hukum yang signifikan.Penggunaan kewenangan ex officio oleh hakim dalam melindungi hak-hak anak bervariasi, dan mekanisme penegakan hukum seringkali lemah, sehingga menghambat realisasi keadilan bagi anak-anak yang terdampak perceraian.Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan harmonisasi antara maqāṣid al-sharīah dan kerangka hukum nasional, serta reformasi institusional untuk memperkuat perlindungan hak-hak anak dan memastikan penegakan hukum yang efektif.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model mediasi dalam menyelesaikan sengketa hak asuh anak dan nafkah pasca perceraian, dengan fokus pada bagaimana mediasi dapat memprioritaskan kepentingan terbaik anak. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak psikologis dan sosial jangka panjang dari perceraian terhadap anak-anak di Indonesia, serta bagaimana sistem hukum dapat memberikan dukungan yang lebih baik untuk mengatasi dampak tersebut. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis praktik perlindungan hak-hak anak pasca perceraian di negara-negara lain dengan sistem hukum yang berbeda, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi di Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik hukum yang lebih efektif dalam melindungi hak-hak anak dan memastikan kesejahteraan mereka setelah perceraian, serta memperkuat sistem hukum keluarga di Indonesia secara keseluruhan.

Read online
File size488.1 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test