EJOURNALFPIKUNIPAEJOURNALFPIKUNIPA

Jurnal Sumberdaya Akuatik IndopasifikJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik

Perairan Ekuator Pasifik Barat merupakan tempat bertemunya massa air yang datang dari belahan bumi Utara dan belahan bumi selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik massa air yang terbentuk di perairan ekuator Pasifik barat. Penelitian karakteristik massa air di perairan ekuator Pasifik barat dilakukan menggunakan data reanalysis dari World Ocean Atlas (WOA) bulan Agustus 2018. Terdapat 12 stasiun yang terbagi dalam 3 transek untuk dianalisis dalam kajian ini, yaitu transek 1 dan transek 2 yang membentang utara-selatan dan transek 3 yang membentang barat-timur. Analisis dilakukan dengan metode core layer yang diolah dengan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian memperlihatkan di perairan ekuator Pasifik barat terjadi pertemuan 2 massa air dari Pasifik utara dan Pasifik selatan. Karakteristik massa air pada lintang <5 oLU dominan dipengaruhi oleh massa air permukaan dan intermediate Pasifik selatan yang dibawa oleh Arus bawah Pantai Papua (New Guinea Coastal Current) yang menyusur pantai utara Papua New Guinea dan masuk ke perairan Papua dan seterusnya ke perairan Laut Halmahera. Sedangkan massa air pada daerah lintang >5 oLU didominasi massa air permukaan dan intermediate dari Pasifik Utara yang dibawa oleh Arus Sakal Ekuator.

Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik massa air di perairan ekuator Pasifik Barat pada bulan Agustus 2018.Terdapat empat tipe massa air yang teridentifikasi, yaitu North Pasific Subtropical Water (NPSW), South Pasific Subtropical Water (SPSW), North Pasific Intermediate Water (NPIW), dan South Pasific Intermediate Water (SPIW).Massa air Pasifik Utara terbukti menjadi massa air yang paling berpengaruh di perairan tersebut.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan karakteristik massa air pada bulan Agustus dengan bulan-bulan lainnya untuk memahami variasi musiman. Selain itu, studi tentang pengaruh perubahan iklim global terhadap dinamika massa air di perairan ekuator Pasifik Barat perlu dilakukan untuk memprediksi dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut. Terakhir, penelitian yang lebih mendalam mengenai interaksi antara massa air Pasifik Utara dan Pasifik Selatan, termasuk proses pencampuran dan pertukaran panas, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang sistem oseanografi di wilayah tersebut. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan karena perairan ekuator Pasifik Barat memiliki peran krusial dalam mengatur iklim global dan mendukung keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Dengan memahami dinamika massa air di wilayah ini, kita dapat mengembangkan strategi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan mitigasi dampak perubahan iklim yang lebih efektif.

Read online
File size594.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test