UNIPASBYUNIPASBY

Wahana : Tridarma Perguruan TinggiWahana : Tridarma Perguruan Tinggi

Ekstrak air kulit semangka mengandung sitrulin, yang merupakan prekursor pembentukan Nitric Oxide (NO). NO berpotensi menurunkan kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi diabetes dengan streptozotosin. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Sebanyak 30 tikus putih jantan dengan berat 100-200 gram dibagi menjadi enam kelompok (N=5). Kelompok 1 sebagai kontrol normal, kelompok lainnya diinduksi diabetes dengan streptozotosin. Tikus pada kelompok kontrol diabetes diberi CMC 0,5%, sedangkan kelompok lainnya diberi ekstrak kulit semangka selama 8 hari dengan dosis berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa serum pada kelompok kontrol pasca uji berbeda signifikan dari kelompok ekstrak kulit semangka dengan dosis 250 mg/kg bb/hari (p = 0,000), 500 mg/kg bb/hari (p = 0,000), dan 1000 mg/kg bb/hari (p = 0,000). Kadar trigliserida pada kelompok kontrol pasca uji juga berbeda signifikan dari kelompok ekstrak kulit semangka dengan dosis yang sama. Kesimpulannya, ekstrak air kulit semangka dapat menurunkan kadar glukosa serum (250, 500, 1000 mg/kg bb) dengan dosis optimal 500 mg/kg bb/hari.

Pemberian ekstrak air kulit semangka dengan dosis 250 mg/kg bb/hari, 500 mg/kg bb/hari, dan 1000 mg/kg bb/hari terbukti dapat menurunkan kadar glukosa serum pada tikus putih jantan yang diinduksi streptozotosin.Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit semangka memiliki potensi sebagai agen antidiabetik.Dosis optimal ekstrak air kulit semangka untuk menurunkan kadar glukosa serum adalah 500 mg/kg bb/hari.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mekanisme molekuler spesifik bagaimana ekstrak kulit semangka memengaruhi sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa, misalnya dengan menganalisis ekspresi gen terkait glukosa dan insulin signaling pathway. Kedua, penelitian lebih mendalam diperlukan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang pemberian ekstrak kulit semangka terhadap komplikasi diabetes, seperti nefropati dan neuropati, pada model hewan. Ketiga, studi klinis pada manusia perlu dilakukan untuk menguji efektivitas dan keamanan ekstrak kulit semangka sebagai terapi komplementer atau alternatif untuk diabetes tipe 2, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dosis optimal, durasi pengobatan, dan interaksi dengan obat-obatan lain. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi terapeutik kulit semangka dalam pengelolaan diabetes dan membuka jalan bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

Read online
File size69.68 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test