STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Aborsi merupakan pengalaman umum di setiap budaya dan masyarakat. Dari 210 juta kehamilan yang terjadi setiap tahun secara global, diperkirakan 46 juta (22%) berakhir dengan aborsi induksi, terkait dengan hal tersebut, 19 juta wanita mengalami aborsi tidak aman setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi dan faktor-faktor terkait aborsi induksi di kalangan wanita usia reproduksi di fasilitas kesehatan masyarakat dari 25 Maret–25 April 2019, di Wilayah Harari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi aborsi induksi adalah 42,7%. Usia >30 tahun, status perkawinan lajang, status pekerjaan pelajar, dan pekerja seks komersial secara signifikan berhubungan dengan aborsi induksi (p<0,05). Penelitian ini mengungkapkan tingkat aborsi induksi yang tinggi. Kehamilan yang tidak diinginkan tinggi di antara pasien aborsi di wilayah penelitian. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan konseling yang ketat tentang pengingat metode perencanaan keluarga, dan keterlibatan pasangan dalam layanan perencanaan keluarga.

Penelitian ini mengungkapkan tingkat aborsi induksi yang tinggi.Kehamilan yang tidak diinginkan tinggi di antara pasien aborsi di wilayah penelitian.Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan konseling yang ketat tentang pengingat metode perencanaan keluarga, dan keterlibatan pasangan dalam layanan perencanaan keluarga.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami lebih jauh alasan-alasan kompleks di balik keputusan wanita untuk melakukan aborsi induksi, terutama di kalangan pelajar dan pekerja seks komersial. Penelitian ini dapat menggali faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi pilihan mereka. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak dampak jangka panjang aborsi induksi terhadap kesehatan fisik dan mental wanita, serta kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi kelompok-kelompok wanita yang paling rentan terhadap dampak negatif aborsi dan merancang intervensi yang tepat sasaran. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program-program edukasi dan konseling yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, dan mengurangi angka aborsi induksi. Program-program ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik spesifik dari berbagai kelompok sasaran.

  1. PREVALENCE OF INDUCED ABORTION AND ASSOCIATED FACTORS AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE IN HARARI REGION,... doi.org/10.36685/phi.v6i2.333PREVALENCE OF INDUCED ABORTION AND ASSOCIATED FACTORS AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE IN HARARI REGION doi 10 36685 phi v6i2 333
Read online
File size310.36 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test