SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Pencemaran air sungai terjadi karena pembuangan limbah industri yang dikelola tidak efektif. Limbah industri menjadi faktor yang mempengaruhi pencemaran sungai Krueng Tamiang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat pencemaran air sungai Krueng Tamiang dengan parameter uji Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS). Hasil penelitian menunjukkan hasil uji parameter BOD nilai tertinggi berasal dari lokasi 2 (Jembatan Seumadam) sebesar 3,63 mg/L tahap IV dan nilai BOD terendah pada lokasi 1 dan 6 (Desa Kaloy dan Jembatan Alur Manis) tahap I sebesar 2 mg/L. Hasil uji parameter COD tertinggi berasal dari lokasi 5 (Jembatan Kota Lintang) sebesar 21,0 mg/L tahap III dan nilai COD terendah di lokasi 1 (Desa Kaloy) tahap III, titik 1, 3 dan 6 (Desa Kaloy, Jembatan Gantung Kebon Tengah dan Jembatan Alur Manis) tahap IV sebesar 17,0 mg/L. Hasil uji parameter TSS tertinggi berasal dari lokasi 7 (Peukan Seuruway) yaitu 295 mg/L tahap I pada musim kemarau, dan nilai TSS terendah di lokasi 1 (Desa Kaloy) yaitu 11 mg/L tahap III pada musim hujan.

Nilai BOD tertinggi ditemukan di Jembatan Seumadam sebesar 3,63 mg/L pada musim hujan, melebihi baku mutu air kelas II, diduga akibat limbah domestik dan rembesan limbah pabrik kelapa sawit.Nilai COD tertinggi tercatat di Jembatan Kota Lintang sebesar 21,0 mg/L, masih dalam batas baku mutu, namun meningkat karena aktivitas limbah industri, pertanian, dan galian C.Nilai TSS tertinggi terukur di Peukan Seuruway sebesar 295 mg/L pada musim kemarau, disebabkan debit air yang rendah sehingga padatan tersuspensi tidak terangkut dengan baik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh aktivitas galian C terhadap kualitas air sungai Krueng Tamiang secara musiman, dengan membandingkan kondisi sebelum, selama, dan setelah musim operasi tambang, untuk melihat kontribusi nyata terhadap parameter TSS dan COD. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari pabrik kelapa sawit di sekitar sungai dengan meneliti kualitas air limbah yang dibuang dibandingkan dengan baku mutu, serta mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan rembesan limbah ke badan air. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi komprehensif mengenai beban pencemaran sungai berdasarkan debit air musiman, untuk mengetahui kapasitas daya tampung sungai dalam kondisi kemarau dan hujan, sehingga dapat dirumuskan kebijakan pembatasan limbah yang lebih tepat berbasis kapasitas sungai.

Read online
File size564.56 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test