POLIMDOPOLIMDO

Jurnal Teknik Sipil TerapanJurnal Teknik Sipil Terapan

Tanah gambut merupakan tanah lunak berserat yang terdapat di wilayah Provinsi Riau. Gambut memiliki kadar air tinggi, kompresibilitas tinggi dan daya dukung rendah. Stabilisasi tanah gambut merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kualitas daya dukung sehingga dapat mendukung beban di atasnya. Teknik stabilisasi yang umum dilakukan berupa stabilisasi fisik, maupun kimia dengan mereaksikan tanah gambut menggunakan bahan lain seperti geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beberapa parameter geopolimer abu terbang hibrid pada daya dukung tanah gambut hasil stabilisasi. Parameter yang dikaji yaitu modulus silikat (Ms = 1,5-2,5), molaritas natrium hidroksida/NaOH (10-14M), dan persentase semen PCC (Portland Composite Cement) sebesar 20-30%. Delapan campuran dengan berbagai variasi parameter geopolimer abu terbang hibrid dikaji melalui kekuatan tanah gambut hasil stabilisasi (Unconfined Compressive Strength/UCS) pada umur 7, 28 dan 56 hari. Berdasarkan studi parametrik dapat dilihat bahwa daya dukung tanah gambut distabilisasi dengan geopolimer hibrid dipengaruhi oleh peningkatan kadar modulus silikat, molaritas natrium hidroksida, dan persentase semen Portland di dalam campuran. Parameter optimum hasil stabilisasi tanah gambut dengan geopolimer abu terbang hibrid untuk mendapatkan kuat tekan tinggi adalah rasio Ms = 2,0, NaOH dengan molaritas 12M, dan persentase semen Portland sebesar 30%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilisasi tanah gambut menggunakan geopolimer abu terbang hibrid efektif meningkatkan kekuatan dukung.Studi parametrik mengidentifikasi bahwa parameter optimum untuk mencapai kekuatan tekan tertinggi adalah rasio Ms sebesar 2,0, molaritas NaOH sebesar 12M, dan persentase semen Portland sebesar 30%.Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam perancangan campuran geopolimer hibrid untuk stabilisasi massa tanah gambut di lapangan.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi jenis abu terbang terhadap kinerja geopolimer hibrid dalam stabilisasi tanah gambut, mengingat komposisi kimia abu terbang dapat bervariasi tergantung sumbernya. Selain itu, studi mengenai durabilitas dan ketahanan jangka panjang tanah gambut yang distabilisasi dengan geopolimer hibrid terhadap serangan sulfat dan siklus pembasahan-pengeringan perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan kinerja stabilisasi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada optimasi biaya material dengan mengeksplorasi penggunaan bahan tambahan lokal yang ramah lingkungan sebagai pengganti sebagian semen Portland, sehingga menghasilkan solusi stabilisasi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Read online
File size251.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test