UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Stunting saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus stunting yang tinggi. Untuk dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kasus stunting yang tinggi, khususnya di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan data Puskesmas, terdapat 47 kasus stunting. Tujuan pemberdayaan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai definisi stunting, bahayanya, serta cara merawat 1000 hari pertama kehidupan bayi. Pendidikan diberikan melalui demonstrasi pembuatan makanan bergizi bagi ibu hamil dan bayi, yang tidak selalu membutuhkan biaya mahal, tetapi dapat memanfaatkan tumbuhan sekitar seperti daun kelor yang diolah menjadi puding.

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Gunung Malang berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting dan pencegahannya, dengan 81,4% responden menyatakan telah memahami isu tersebut setelah sosialisasi.Kegiatan demonstrasi memasak memberikan pengetahuan baru tentang pengolahan daun kelor menjadi makanan bergizi yang menarik bagi anak-anak, seperti puding.Masyarakat juga menyadari bahwa makanan bergizi tidak selalu mahal, melainkan dapat dibuat dari bahan lokal yang mudah ditanam dan diakses di pekarangan rumah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas konsumsi puding daun kelor terhadap pertumbuhan bayi dan balita dalam jangka waktu 6-12 bulan di Desa Gunung Malang, untuk melihat apakah inovasi makanan rumahan ini benar-benar mampu menurunkan angka stunting. Kedua, sebaiknya dikaji lebih lanjut bagaimana tingkat pendidikan orang tua memengaruhi praktik pemberian makan dan pola asuh anak usia dini, terutama di wilayah pedesaan dengan tradisi kuat dan prevalensi pernikahan dini yang tinggi. Ketiga, penting untuk mengevaluasi keberlanjutan program pencegahan stunting setelah kelompok mahasiswa KKN pergi, termasuk eksplorasi model kader lokal berbasis komunitas yang mampu terus melakukan edukasi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pelibatan aktif tokoh adat serta remaja desa dalam gerakan pencegahan stunting secara mandiri. Ketiga penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun sistem pencegahan stunting yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis lokal.

Read online
File size3.15 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test