ARIMSIARIMSI

Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan AlamPolygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam

Banyak orang memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi termasuk mahasiswa yang merupakan kalangan paling melek teknologi. Media sosial selain memberikan dampak positif bagi penggunanya, juga memberi dampak negatif. Dampak negatif media sosial salah satunya peningkatan risiko keamanan data pribadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesadaran mahasiswa di Yogyakarta terkait perlindungan data pribadi di media sosial. Metode yang digunakan adalah metode campuran, survey disebarkan kepada responden yaitu mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta. Peneliti juga melakukan wawancara kepada 15 partisipan untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam. Penelitian ini meneliti tingkat pemahaman dan kesadaran mahasiswa di Yogyakarta terkait bagaimana pemahaman mengenai perilaku berbagi data, pengaturan privasi maupun persepsi mereka terhadap ancaman atau resiko di dunia maya. Hasil penelitian diketahui mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kesadaran tinggi terkait langkah privasi dasar, tetapi mereka juga memiliki pemahaman yang kurang mengenai ancaman dan resiko terkait berbagi data pribadi. Mayoritas mahasiswa jarang melakukan update pengaturan privasi. Mereka hanya menggunakan pengaturan default bawaan dari media sosial. Implikasi penelitian adalah kebutuhan untuk mengintegrasikan program literasi digital yang berfokus kepada keamanan data dan privasi kedalam kurikulum pendidikan. Kesimpulannya adalah terdapat kesadaran dikalangan mahasiswa terkait pentingnya melindungi data pribadi, namun dibutuhkan lebih banyak upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam pengelolaan privasi digital. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan terhadap perilaku sadar privasi di dunia digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Yogyakarta memiliki tingkat kesadaran privasi sedang, meskipun menyadari pentingnya menjaga data pribadi, mereka belum melakukan tindakan pencegahan yang cukup.Kebiasaan berbagi informasi pribadi yang tinggi menunjukkan bahwa mahasiswa sering mengabaikan risiko meskipun menyadarinya.Oleh karena itu, diperlukan program pendidikan yang lebih komprehensif tentang perlindungan data pribadi dengan metode yang lebih interaktif dan berbasis teknologi.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikologis dan sosial yang secara spesifik memengaruhi perilaku berbagi informasi pribadi di kalangan mahasiswa, seperti pengaruh norma sosial, tekanan teman sebaya, atau kebutuhan akan validasi diri. Kedua, studi intervensi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran privasi mahasiswa perlu dikembangkan dan dievaluasi secara ketat. Penelitian ini dapat menguji efektivitas berbagai metode pembelajaran, seperti pelatihan berbasis simulasi, kampanye media sosial, atau integrasi materi privasi ke dalam kurikulum perkuliahan. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman mahasiswa yang pernah menjadi korban kebocoran data pribadi, serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi dampak negatifnya. Hal ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pengembangan program dukungan dan pemulihan bagi korban kebocoran data.

Read online
File size501.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test