UNDIKMAUNDIKMA
Lensa: Jurnal Kependidikan FisikaLensa: Jurnal Kependidikan FisikaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan persentase bahan perekat yang digunakan, terhadap nilai kalor dan laju pembakaran biobriket kulit durian. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan biobriket yaitu kulit durian. Bahan perekat yang digunakan adalah tepung tapioka, tepung beras, dan semen dengan persentase masing-masing 10%, 15%, dan 20%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan kajian literatur yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu preparasi bahan, pembuatan biobriket, dan pengujian biobriket. Hasil penelitian menunjukkan nilai kalor biobriket berkisar antara 2509,50 cal – 5771,85 cal dan laju pembakaran berkisar 1,80 gr/menit–2,62 gr/menit. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa penambahan bahan perekat menyebabkan laju pembakaran biobriket cenderung meningkat namun nilai kalor cenderung menurun.
Jenis dan persentase bahan perekat berpengaruh terhadap nilai kalor dan laju pembakaran biobriket kulit durian.Nilai kalor tertinggi diperoleh pada biobriket dengan perekat tepung tapioka 10%, sedangkan nilai kalor terendah pada biobriket dengan perekat tepung beras 20%.Penambahan bahan perekat meningkatkan laju pembakaran tetapi menurunkan nilai kalor biobriket.
Pertama, perlu diteliti penggunaan perekat alami lainnya seperti getah pinang atau pati singkong untuk dibandingkan dengan perekat sintetis dalam pengaruhnya terhadap kualitas biobriket kulit durian, mengingat perekat alami dapat lebih ramah lingkungan dan tersedia lokal. Kedua, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh suhu karbonisasi kulit durian terhadap nilai kalor dan laju pembakaran biobriket, karena proses pengarangan sangat menentukan kualitas arang sebagai bahan dasar. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi tentang karakteristik emisi gas buang dari pembakaran biobriket kulit durian, termasuk kadar CO dan CO2, untuk menilai aspek lingkungan dan kesehatan dari penggunaan bahan bakar alternatif ini secara lebih menyeluruh.
| File size | 827.36 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Hal ini bertujuan untuk melakukan modifikasi pada sistem coal feeder dan coal thrower untuk pemerataan distribusi bahan bakar, efisiensi pemakaian bahanHal ini bertujuan untuk melakukan modifikasi pada sistem coal feeder dan coal thrower untuk pemerataan distribusi bahan bakar, efisiensi pemakaian bahan
BSIBSI Dari hasil perhitungan, Suzuki XL7 memperoleh skor tertinggi, diikuti Honda BR-V, Xpander Cross, dan Toyota Rush. Penelitian ini dapat diterapkan dalamDari hasil perhitungan, Suzuki XL7 memperoleh skor tertinggi, diikuti Honda BR-V, Xpander Cross, dan Toyota Rush. Penelitian ini dapat diterapkan dalam
E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA Karena perlu adanya usaha untuk mengurangi persentase kerusakan dan energy yang digunakan. Metode yang digunakan untuk mencapai desain akhir yaitu surveiKarena perlu adanya usaha untuk mengurangi persentase kerusakan dan energy yang digunakan. Metode yang digunakan untuk mencapai desain akhir yaitu survei
UNIMALUNIMAL Penelitian ini menjadi penting mengingat pabrik minyak kelapa sawit ditengarai sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca (GRK) dan pemerintah melaluiPenelitian ini menjadi penting mengingat pabrik minyak kelapa sawit ditengarai sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca (GRK) dan pemerintah melalui
E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA h dan pada jarak 5000 meter nilai Specific Fuel Consumption rata-rata dari Pertamax Turbo sedikit lebih kecil yaitu 0,0162 kg/kW. Jadi pemakaian dari bahanh dan pada jarak 5000 meter nilai Specific Fuel Consumption rata-rata dari Pertamax Turbo sedikit lebih kecil yaitu 0,0162 kg/kW. Jadi pemakaian dari bahan
UNIPAUNIPA Proposal strategis disarankan untuk peningkatan pengelolaan berkelanjutan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas masohi. Pengelolaan masohi di DistrikProposal strategis disarankan untuk peningkatan pengelolaan berkelanjutan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas masohi. Pengelolaan masohi di Distrik
UNIPAUNIPA Tidak ada interaksi antara penggunaan kedua varietas dan konsentrasi ekstrak bawang merah pada semua parameter setek nilam yang diamati. Pertumbuhan setekTidak ada interaksi antara penggunaan kedua varietas dan konsentrasi ekstrak bawang merah pada semua parameter setek nilam yang diamati. Pertumbuhan setek
UPSUPS Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini adalah teknik systematik random sampling. Pertama-tama dilakukan survai lalulintas dan geometri jalan, selanjutnyaTeknik pengambilan sample dalam penelitian ini adalah teknik systematik random sampling. Pertama-tama dilakukan survai lalulintas dan geometri jalan, selanjutnya
Useful /
UNIMALUNIMAL Proses hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis H2SO4 dilakukan dalam labu hidrolisis dengan variasi suhu 70, 80, dan 90℃ dan waktu 10, 15, 20,Proses hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis H2SO4 dilakukan dalam labu hidrolisis dengan variasi suhu 70, 80, dan 90℃ dan waktu 10, 15, 20,
UNIMALUNIMAL Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan bioaktifator trico g dan EM 4 dengan variasi volume bioaktifator.Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan bioaktifator trico g dan EM 4 dengan variasi volume bioaktifator.
UNIMALUNIMAL Kandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan konsentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperolehKandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan konsentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperoleh
UNIPAUNIPA Kantong plastik yang digunakan untuk memisahkan limbah medis padat tidak sesuai dengan SOP pengelolaan limbah medis padat. Sarana dan prasarana pengelolaanKantong plastik yang digunakan untuk memisahkan limbah medis padat tidak sesuai dengan SOP pengelolaan limbah medis padat. Sarana dan prasarana pengelolaan