UNIMALUNIMAL

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Saus merupakan salah satu bahan penyedap dan penambah cita rasa pada makanan yang diolah dari bahan utama maupun bahan pendukung lainnya. Kualitas produk saus dapat dilihat dari pengolahan cabai yang matang berkualitas baik sehingga didapatkan suatu produk yang berbentuk cairan kental seperti pasta, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan saus sambal ini ialah cabai merah yang segar, tomat, bawang putih, gula, air, asam cuka dan bahan pengental seperti tepung maizena. Adapun bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan pendukung dalam pengolahan saus sambal yaitu kitosan dari kulit udang sebagai bahan pengawet alami, buah pepaya sebagai bahan pengental dan wortel yang digunakan sebagai pewarna alami, penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, dalam pembuatan saus sambal ini menggunakan empat variabel yaitu dengan membedakan masing-masing konsentrasi kitosan; 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengawet kitosan dalam saus sambal dan ketahan daya simpan suatu produk, maka diperlukan analisa kadar air, analisa derajat keasaman (pH), analisa viskositas, analisa jamur (angka kapang dan khamir) dan analisa bakteri (angka lempeng total). Kandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan konsentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperoleh terdapat pada konsentrasi kitosan 2% yaitu 3,11. Kitosan mampu menekan pertumbuhan bakteri serta dapat memperpanjang umur simpan saus sampai dengan 21 hari pada konsentrasi 1,5% dan 2% yang disimpan pada suhu ruangan.

Penambahan kitosan berpengaruh terhadap kadar air, pH, viskositas, serta jumlah kapang dan khamir dalam saus cabai.Kitosan mampu menekan pertumbuhan bakteri dan memperpanjang umur simpan saus hingga 21 hari pada konsentrasi 1,5% dan 2% dengan penyimpanan suhu ruangan.Kualitas saus terbaik diperoleh pada konsentrasi kitosan 2% dengan kadar air terendah 20,53% dan nilai pH 3,11.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang efektivitas variasi sumber kitosan, seperti dari cangkang kepiting atau rajungan, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas dan umur simpan saus cabai secara komparatif. Kedua, diperlukan studi mengenai kombinasi kitosan dengan bahan pengawet alami lainnya, seperti ekstrak rempah atau asam organik, untuk mengevaluasi sinergi dalam menghambat mikroba dan meningkatkan stabilitas produk. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi metode pengolahan alternatif, seperti pasteurisasi suhu rendah atau pengemasan vakum, dalam kombinasi dengan kitosan, guna menguji potensinya dalam memperpanjang masa simpan lebih dari 21 hari tanpa mengubah sifat sensorik saus secara signifikan. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengembangan saus cabai alami yang lebih aman, stabil, dan tahan lama tanpa bergantung pada bahan pengawet kimia sintetis.

  1. Pengawetan Pindang Ikan Layang (Decapterus Russelli) Menggunakan Kitosan | Ariyani | Jurnal Pascapanen... doi.org/10.15578/jpbkp.v3i2.16Pengawetan Pindang Ikan Layang Decapterus Russelli Menggunakan Kitosan Ariyani Jurnal Pascapanen doi 10 15578 jpbkp v3i2 16
  2. Pembuatan Saus Cabai Menggunakan Bahan Pengawet Alami Kitosan | Chemical Engineering Journal Storage... ojs.unimal.ac.id/index.php/cejs/article/view/9129Pembuatan Saus Cabai Menggunakan Bahan Pengawet Alami Kitosan Chemical Engineering Journal Storage ojs unimal ac index php cejs article view 9129
Read online
File size529.64 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test