UNIMALUNIMAL
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Proses roasting adalah proses pembentukan rasa dan aroma pada biji kopi. Apabila biji kopi memiliki keseragaman dalam ukuran, specific gravity, tekstur, kadar air dan struktur kimia, maka proses penyangraian akan relatif lebih mudah untuk dikendalikan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kadar kafein dalam kopi yang diroasting dengan variasi temperatur tertentu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan perlakuan variasi temperatur dan jenis biji kopi, temperatur roasting terdiri dari suhu 195°C, 205°C, dan 215°C sedangkan biji kopi terdiri dari biji kopi jenis Arabika dan Robusta yang diambil dari kecamatan Timang Gajah kabupaten Bener Meriah provinsi Aceh. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi temperatur dan jenis biji kopi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar kafein. Perlakuan roasting biji kopi Arabika pada temperatur tertinggi yaitu 215°C menghasilkan kadar kafein sebesar 15,43788 ppm dan kadar air sebesar 1,42%, sedangkan untuk temperatur terendah yaitu 195°C menghasilkan kadar kafein sebesar 12,07424 ppm dan kadar air sebesar 2,59%. Dan perlakuan roasting biji kopi Robusta pada temperatur tertinggi yaitu 215°C menghasilkan kadar kafein sebesar 22,92273 ppm dan kadar air sebesar 3,9% sedangkan untuk temperatur terendah yaitu 195°C menghasilkan kadar kafein sebesar 18,24091 ppm dan kadar air sebesar 6,58%. Semakin tinggi temperatur maka semakin gelap warna kopi hasil roasting. Pengujian kadar kafein dalam kopi dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 275 nm. Berdasarkan uji organoleptik, kopi Arabika yang paling disukai panelis adalah kopi yang diroasting pada suhu 205°C, sedangkan kopi Robusta yang paling disukai oleh panelis adalah kopi yang diroasting pada suhu 205°C.
Variasi suhu roasting berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar kafein pada biji kopi Arabika dan Robusta.Semakin tinggi temperatur roasting, semakin gelap warna kopi hasil roasting.Berdasarkan uji organoleptik, kopi Arabika dan Robusta yang paling disukai panelis adalah yang diroasting pada temperatur 205°C.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membandingkan akurasi metode spektrofotometri UV-Vis dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dalam mengukur kadar kafein pada kopi hasil roasting, guna mengetahui metode mana yang lebih sensitif dan dapat memberikan hasil yang lebih valid. Kedua, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi pengaruh lamanya waktu roasting terhadap kandungan kafein dan karakteristik organoleptik kopi, karena dalam penelitian ini hanya fokus pada variasi suhu tanpa memvariasikan durasi, sehingga belum diketahui interaksi antara suhu dan waktu secara menyeluruh. Ketiga, penting untuk melakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi variasi suhu dan lama roasting terhadap senyawa non-kafein seperti asam klorogenat dan volatil aroma, agar dapat memahami lebih komprehensif bagaimana proses roasting membentuk mutu akhir kopi dari aspek rasa, aroma, dan kesehatan.
| File size | 700.19 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Salah satu permasalahan yang dihadapi petani padi adalah serangan hama tikus, yang menyebabkan kerugian signifikan. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitasSalah satu permasalahan yang dihadapi petani padi adalah serangan hama tikus, yang menyebabkan kerugian signifikan. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Media penyuluhan konvensional yang selama ini menjadi andalan harus beradaptasi dengan kemajuan era digital. Digitalisasi media penyuluhan sangat pentingMedia penyuluhan konvensional yang selama ini menjadi andalan harus beradaptasi dengan kemajuan era digital. Digitalisasi media penyuluhan sangat penting
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Tantangan independent, yang mencakup sulitnya menjalin MOU dengan pemilik lahan, rendahnya kemampuan SDM dalam mengoperasikan alsintan, dan keterbatasanTantangan independent, yang mencakup sulitnya menjalin MOU dengan pemilik lahan, rendahnya kemampuan SDM dalam mengoperasikan alsintan, dan keterbatasan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Pengetahuan meningkat dari 46,4% menjadi 95%, sikap dari 48,4% menjadi 97,4%, dan keterampilan dari 37,2% menjadi 99,2%. Peningkatan ini membuktikan bahwaPengetahuan meningkat dari 46,4% menjadi 95%, sikap dari 48,4% menjadi 97,4%, dan keterampilan dari 37,2% menjadi 99,2%. Peningkatan ini membuktikan bahwa
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kedua aspek ini berkontribusi 64,3% terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Peran kelembagaan diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh,Kedua aspek ini berkontribusi 64,3% terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Peran kelembagaan diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh,
UPIUPI Kondisi optimal menghasilkan PKSOME dengan kadar hasil 79,60% menggunakan dosis katalis 3,0 wt%. , rasio metanol/minyak 8/1, suhu 55 °C, waktu 90 menit,Kondisi optimal menghasilkan PKSOME dengan kadar hasil 79,60% menggunakan dosis katalis 3,0 wt%. , rasio metanol/minyak 8/1, suhu 55 °C, waktu 90 menit,
UPIUPI Katalis ini menunjukkan kinerja tinggi dalam reaksi esterifikasi minyak goreng bekas dengan konversi FFA mencapai 86,12%, serta kemampuan pemisahan danKatalis ini menunjukkan kinerja tinggi dalam reaksi esterifikasi minyak goreng bekas dengan konversi FFA mencapai 86,12%, serta kemampuan pemisahan dan
UNIMALUNIMAL Dari analisa optimasi yang telah dicoba terlihat perbandingan antara uji sebelum perubahan Set point (SP) dan setelah perubahan Setpoint (SP), atau naikDari analisa optimasi yang telah dicoba terlihat perbandingan antara uji sebelum perubahan Set point (SP) dan setelah perubahan Setpoint (SP), atau naik
Useful /
STAIQSTAIQ Sistem pembayaran di akhir panen lahir dari kondisi petani kecil yang minim modal, mengurangi beban awal, dan memfasilitasi bagi kedua belah pihak. PraktikSistem pembayaran di akhir panen lahir dari kondisi petani kecil yang minim modal, mengurangi beban awal, dan memfasilitasi bagi kedua belah pihak. Praktik
STAIQSTAIQ Secara ekonomi, praktik ini mendukung pembangunan berbasis produksi riil, pemberdayaan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penguatan ekonomi keluargaSecara ekonomi, praktik ini mendukung pembangunan berbasis produksi riil, pemberdayaan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penguatan ekonomi keluarga
UNPAMUNPAM Namun, tidak semua alokasi anggaran langsung berkontribusi pada emisi karbon yang dapat diukur, hanya item tertentu seperti bahan baku, alat TI, dan kendaraan.Namun, tidak semua alokasi anggaran langsung berkontribusi pada emisi karbon yang dapat diukur, hanya item tertentu seperti bahan baku, alat TI, dan kendaraan.
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Teknik analisis kajian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untukTeknik analisis kajian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untuk