UNIMALUNIMAL

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Selulosa adalah senyawa organik dengan rumus (C6H10O5)n. Selulosa apabila direaksikan dengan alkali kuat akan menghasilkan asam oksalat, asam asetat dan asam formiat dan reaksi ini disebut hidrolisis atau peleburan berkatalis basa. Limbah kertas hvs terkandung senyawa selulosa, senyawa selulosa ini dapat diolah menjadi produk lain seperti asam oksalat. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan asam oksalat dari limbah kertas hvs dengan metode peleburan alkali, mengetahui waktu hidrolisis dan konsentrasi KOH terbaik dalam produksi asam oksalat dari limbah kertas hvs. Metode yang digunakan untuk memperoleh asam oksalat adalah metode hidrolisis peleburan alkali, dengan variasi KOH 15%, 30% dan 40% dan waktu hidrolisis 45, 75 dan 95 menit. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu yield kadar asam oksalat tertinggi terdapat pada konsentrasi KOH 15% dengan waktu hidrolisis 75 menit yaitu sebesar 7,79 %. Karakteristik asam oksalat yang diperoleh yaitu mempunyai nilai pH 1,5 dan mempunyai serapan Fourier Transform Infra Red (FTIR) yaitu serapan gugus hidroksil (O-H) pada bilangan gelombang 3402,43cm-1, gugus C=O yaitu pada bilangan gelombang 1683,86 cm-1 dan gugus C-O yaitu pada bilangan gelombang 1120,64 cm-1.

Limbah kertas HVS yang mengandung selulosa berpotensi sebagai bahan baku produksi asam oksalat melalui metode peleburan alkali.Konsentrasi KOH 15% dan waktu hidrolisis 75 menit menghasilkan yield asam oksalat tertinggi sebesar 7,79% dengan karakteristik pH 1,5 dan serapan FTIR yang sesuai dengan gugus fungsi asam oksalat.Meskipun demikian, asam oksalat yang dihasilkan belum murni sempurna, ditunjukkan oleh perbedaan serapan FTIR dibandingkan standar.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi suhu selama proses peleburan alkali terhadap efisiensi produksi asam oksalat dari limbah kertas HVS, karena suhu kemungkinan besar memengaruhi laju reaksi dan stabilitas senyawa. Selain itu, penting untuk meneliti efek pengadukan selama reaksi hidrolisis, apakah kondisi agitasi dapat meningkatkan kontak antara reaktan dan mencegah dekomposisi lebih lanjut dari asam oksalat. Lebih lanjut, perlu dikaji penerapan metode oksidasi menggunakan asam kuat sebagai alternatif terhadap metode alkali untuk membandingkan efisiensi dan kemurnian produk, serta menguji proses rekristalisasi untuk meningkatkan kemurnian kristal asam oksalat yang diperoleh dari limbah kertas.

  1. Variasi Waktu dan Konsentrasi KOH Dalam Produksi Asam Oksalat (C2H2O4) dari Limbah Kertas Hvs Dengan... doi.org/10.29103/cejs.v3i1.8018Variasi Waktu dan Konsentrasi KOH Dalam Produksi Asam Oksalat C2H2O4 dari Limbah Kertas Hvs Dengan doi 10 29103 cejs v3i1 8018
Read online
File size675.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test